Pasien Diabetes Antusias Ikuti Program Mindful Living di Puskesmas Rowosari

Pasien Diabetes Antusias Ikuti Program Mindful Living di Puskesmas Rowosari

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 20 peserta, yang terdiri dari pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 (T2DM), kader kesehatan, tenaga kesehatan puskesmas, serta mahasiswa UNDIP.--Ist

SEMARANG, RADARMETRO.DISWAY.ID -- Suasana berbeda tampak di aula Puskesmas Rowosari pada Selasa pagi (27/1). Saat fasilitator membuka sesi dengan sapaan “Good morning”, puluhan peserta—sebagian besar ibu-ibu pasien diabetes—serempak menjawab lantang, “Yes!”, disertai senyum dan tawa ringan.

Antusiasme ini mengawali kegiatan International Community Engagement bertajuk “Introduction of the Mindful Living for Diabetes Programme” yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat skema EQUITY Tahun 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 20 peserta, yang terdiri dari pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 (T2DM), kader kesehatan, tenaga kesehatan puskesmas, serta mahasiswa UNDIP.

Hampir seluruh pasien yang dijadwalkan kontrol pada hari tersebut hadir dan mengikuti kegiatan hingga selesai, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap edukasi kesehatan mental yang terintegrasi dengan pengelolaan penyakit kronis.


Pasien Diabetes Antusias Ikuti Program Mindful Living di Puskesmas Rowosari--Ist

BACA JUGA:Menavigasi Rimba Digital: Mengapa Narasi Negatif Menang dan Bagaimana Jaksa Harus Bertarung

Mayoritas peserta merupakan ibu-ibu yang telah menderita diabetes tipe 2 lebih dari tiga tahun. Sepanjang sesi, peserta aktif merespons pertanyaan, mengangkat tangan, dan berbagi pengalaman pribadi. Interaksi berlangsung hidup, bahkan sejak sesi pembuka hingga diskusi akhir.

Program ini diketuai oleh Ns. Ryka Widyaningtyas, S.Kep., M.Sc., bersama tim dosen keperawatan UNDIP serta kolaborasi lintas fakultas dan akademisi dari King’s College London (KCL), Inggris.

Kehadiran akademisi internasional ini memberikan sudut pandang global mengenai pentingnya recovery-oriented care dan self-care management dalam pengelolaan diabetes di layanan kesehatan primer.

Dalam sesi pembelajaran, peserta mendapatkan micro psychoeducation mengenai hubungan antara stres, kesehatan mental, dan diabetes, dilanjutkan dengan mini mindfulness demonstration yang dipraktikkan secara langsung.

BACA JUGA:Calon Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono Tekankan Sinergi Fiskal-Moneter Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Metode yang sederhana dan aplikatif membuat peserta mudah mengikuti setiap tahapan.

Antusiasme peserta terlihat jelas pada sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang mencuri perhatian datang dari seorang peserta yang bertanya, “Kenapa ya, sudah menjaga pola makan sesuai anjuran, tapi gula darah tetap tinggi? Apakah karena stres?”

Pertanyaan ini memicu diskusi reflektif dan menjadi pintu masuk untuk menjelaskan peran stres dan regulasi emosi dalam pengendalian gula darah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: