UM Metro Duduki Posisi Kedua Kinerja Riset PTMA se-Sumatera Versi SINTA
UM Metro Duduki Posisi Kedua Kinerja Riset PTMA se-Sumatera Versi SINTA--Ist
METRO, RADARMETRO.DISWAY.ID – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) mencatat capaian signifikan dalam kinerja riset perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di wilayah Sumatera. Berdasarkan pembaruan data Science and Technology Index (SINTA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi per 7 Maret 2026,
UM Metro menempati peringkat kedua dengan skor 59.393. sementara diposisi pertama ditempati Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dengan skor 381.737, sementara Universitas Muhammadiyah Palembang berada di posisi ketiga dengan skor 48.124.
Adapun beberapa PTMA lain yang masuk dalam daftar capaian riset di Sumatera antara lain Universitas Muhammadiyah Bengkulu (43.379), Universitas Muhammadiyah Riau (39.857), Universitas Muhammadiyah Aceh (30.527), Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (30.224), Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang (22.716), Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung (19.500), serta Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (17.414).
Pemeringkatan SINTA tersebut disusun berdasarkan indikator Score 3 Year, yaitu akumulasi kinerja riset perguruan tinggi selama tiga tahun terakhir yang mencakup publikasi ilmiah, sitasi, serta kontribusi penelitian dosen yang terindeks dalam basis data ilmiah nasional maupun internasional.
Indikator ini menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam memetakan produktivitas akademik serta kapasitas riset perguruan tinggi di Indonesia.
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, menyampaikan kepada media ini, bahwa capaian tersebut merupakan refleksi dari penguatan tata kelola riset yang terus dikembangkan di lingkungan kampus. Menurutnya, UM Metro secara konsisten mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah sekaligus memperluas kolaborasi penelitian dengan berbagai institusi akademik.
“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif sivitas akademika dalam memperkuat budaya riset. Kami terus mendorong dosen dan peneliti untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah serta memperluas jejaring kolaborasi penelitian di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan riset di UM Metro juga diarahkan pada penguatan identitas institusi sebagai kampus profetik, yaitu model perguruan tinggi yang mengintegrasikan keunggulan akademik dengan nilai-nilai etika dan kemaslahatan sosial.
BACA JUGA:Pria Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil Terparkir di Prawirotaman Yogyakarta
“Dalam kerangka kampus profetik, riset tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi masyarakat. Karena itu penelitian yang dilakukan sivitas akademika diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial dan pembangunan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Metro, Dr. Mukhtar Hadi, menilai capaian tersebut menunjukkan semakin menguatnya tradisi akademik di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Menurutnya, penguatan budaya riset menjadi elemen penting dalam menjaga relevansi perguruan tinggi di tengah dinamika perkembangan ilmu pengetahuan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: