Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Luncurkan Klinik Inovasi Pemprov Lampung 2026

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Luncurkan Klinik Inovasi Pemprov Lampung 2026

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Luncurkan Klinik Inovasi Pemprov Lampung 2026--Ist

BANDAR LAMPUNG, RADARMETRO.DISWAY.ID — Pemerintah Provinsi Lampung resmi meluncurkan Klinik Inovasi di lingkungan Pemprov Lampung Tahun 2026, Selasa (11/3/2026). Launching ini disampaikan melalui sambutan resmi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang diwakili oleh Kepala Balitbangda Provinsi Lampung, Yurnalis.

Acara ini dihadiri jajaran Forkopimda Lampung, para kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa inovasi adalah kebutuhan mutlak di tengah kompetisi global dan derasnya disrupsi teknologi. Daerah, katanya, tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama yang stagnan.

“Kita dituntut untuk adaptif, responsif, dan solutif. Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,” tegas Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Yurnalis.

Lampung Raih Predikat ‘Inovatif’, Terus Didorong Tingkatkan Kualitas

Gubernur menyampaikan bahwa dalam pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID) oleh Kemendagri, Lampung pada tahun terakhir melaporkan 48 inovasi daerah, dengan skor kematangan 52,89 dan predikat “Inovatif.”

Capaian itu disebutnya sebagai modal penting, namun harus terus ditingkatkan agar inovasi benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Selain itu, Lampung saat ini berada pada nilai Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) sebesar 3,5, yang menandakan perlunya peningkatan kinerja, produktivitas, dan daya saing secara menyeluruh.

BACA JUGA:Gubernur Lampung Apresiasi Banpres Rp839 Miliar dari Presiden Prabowo Subianto untuk Way Kambas

Klinik Inovasi Jadi Ruang Kolaborasi untuk Solusi Daerah

Klinik Inovasi yang diluncurkan hari ini dirancang sebagai ruang kolaborasi, konsultasi, dan inkubasi gagasan. Di sini, ide, data, riset, dan praktik terbaik akan dipadukan untuk menghasilkan solusi konkret.

Klinik ini juga menjadi fasilitas pendampingan bagi OPD maupun masyarakat untuk mempercepat implementasi inovasi.

Gubernur menekankan bahwa inovasi bukan semata teknologi canggih, tetapi juga penyederhanaan layanan publik, digitalisasi sistem, penguatan tata kelola, hingga model pelibatan masyarakat yang efektif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: diskominfotik prov. lampung