Kabag Kemahasiswaan UM Metro Beri Workshop Penulisan Proposal PPK Ormawa, P2MW, dan PKM Tahun 2026

Kabag Kemahasiswaan UM Metro Beri Workshop Penulisan Proposal PPK Ormawa, P2MW, dan PKM Tahun 2026

Kabag Kemahasiswaan UM Metro Beri Workshop Penulisan Proposal PPK Ormawa, P2MW, dan PKM Tahun 2026--Ist

METRO, RADARMETRO.DISWAY.ID – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pimpinan Komisariat Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) menyelenggarakan Workshop Penulisan Proposal Program Kemahasiswaan PPK Ormawa, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung KH. Mas Mansoer Kampus 3 UM Metro tersebut dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FIKES. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan mahasiswa dalam menyusun proposal program kemahasiswaan yang berkualitas dan memiliki peluang besar untuk mendapatkan pendanaan di tingkat nasional.

Workshop menghadirkan Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan UM Metro, Fajri Arif Wibawa, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber utama yang memberikan pemaparan secara komprehensif mengenai strategi penyusunan proposal PPK Ormawa, P2MW, dan PKM.

Dalam materinya, Fajri Arif Wibawa menjelaskan bahwa ketiga program tersebut merupakan program strategis dari Kementerian Pendidikan Tinggi yang bertujuan untuk mengembangkan kapasitas mahasiswa dalam bidang kepemimpinan organisasi, kewirausahaan, serta kreativitas dan inovasi berbasis keilmuan.

BACA JUGA:Sambung Rasa Ketua DPRD DIY dan DPRD Sleman di Condongcatur, Warga Sampaikan Aspirasi

Ia memaparkan bahwa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) berfokus pada penguatan peran organisasi mahasiswa dalam melakukan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang program pengabdian masyarakat yang inovatif, terstruktur, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat sasaran.

Sementara itu, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) merupakan program yang ditujukan untuk mendorong lahirnya wirausaha muda dari kalangan mahasiswa. Dalam program ini mahasiswa didorong untuk mengembangkan ide bisnis yang inovatif, berorientasi pada keberlanjutan usaha, serta memiliki potensi untuk berkembang secara nyata di dunia kewirausahaan.

Adapun Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu program unggulan nasional yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide kreatif dalam berbagai bidang, seperti penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, teknologi, hingga gagasan futuristik yang solutif terhadap berbagai permasalahan di masyarakat.

Dalam penyampaian materinya, Fajri Arif Wibawa juga memberikan panduan teknis mengenai sistematika penyusunan proposal yang baik dan benar. Ia menekankan bahwa sebuah proposal yang kuat harus memiliki latar belakang masalah yang jelas, didukung dengan data yang relevan, serta menunjukkan urgensi dari program yang diusulkan.

BACA JUGA:Polemik Pemecatan 9 Anggota, Konferkab PWI Lamtim Memanas

Selain itu, mahasiswa juga perlu menyusun rumusan masalah dan tujuan program secara spesifik serta realistis untuk dicapai. Menurutnya, bagian metode pelaksanaan menjadi salah satu bagian yang sangat menentukan dalam penilaian proposal, karena pada bagian tersebut harus dijelaskan secara rinci tahapan kegiatan, strategi implementasi, serta mekanisme evaluasi program.

Ia juga menambahkan bahwa proposal yang baik harus menampilkan unsur inovasi, keberlanjutan program, serta dampak yang dapat dirasakan oleh masyarakat atau lingkungan sekitar. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk melakukan observasi lapangan dan menggali permasalahan yang benar-benar nyata sebelum menyusun proposal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: