Tiga Kelurahan di Mantrijeron Ikuti Program Desa Cantik 2026, Fokus Perkuat Kualitas Data

Tiga Kelurahan di Mantrijeron Ikuti Program Desa Cantik 2026, Fokus Perkuat Kualitas Data

Tiga Kelurahan di Mantrijeron Ikuti Program Desa Cantik 2026, Fokus Perkuat Kualitas Data--Ist

YOGYAKARTA, RADARMETRO.DISWAY.ID — Tiga kelurahan di Kemantren Mantrijeron, yakni Gedongkiwo, Suryodiningratan, dan Mantrijeron, terpilih mengikuti program kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 Daerah Istimewa YOGYAKARTA. Program ini bertujuan memperkuat kualitas data di tingkat lokal sebagai dasar perumusan kebijakan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan program Desa Cantik mendorong peningkatan literasi statistik serta peran aktif perangkat kelurahan dalam pengelolaan data.

“Melalui Desa Cantik ini kita ingin mendorong peningkatan literasi, kesadaran, dan peran aktif pamong kelurahan dalam kegiatan statistik,” ujarnya saat pencanangan di Pendopo Kemantren Mantrijeron, Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan, program ini juga mencakup standarisasi pengelolaan data agar kualitasnya meningkat dan dapat dibandingkan antarwilayah. Selain itu, akan dibentuk agen statistik di tingkat kelurahan untuk mendukung pengelolaan data secara berkelanjutan.

BACA JUGA:Festival Langencarita 2026 Jadi Instrumen Edukasi Lingkungan dan Penguatan Identitas Budaya Kota

Endang juga mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan pada Mei hingga Agustus mendatang, guna memetakan potensi ekonomi masyarakat hingga tingkat keluarga.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan pentingnya kualitas data dalam menentukan kebijakan publik.

“Kalau data yang masuk itu sampah, maka kebijakan yang dihasilkan juga sampah,” kata Hasto.

Ia menekankan bahwa data harus disampaikan secara jujur dan diperbarui secara real-time, mulai dari data kependudukan hingga kondisi sosial masyarakat. Menurutnya, penguatan sistem pengelolaan data dari tingkat kelurahan menjadi kunci dalam mendukung pelayanan publik yang cepat dan akurat.

BACA JUGA:Target ke Pimnas! UM Metro Gelar Review, Pendampingan, dan Klinik Proposal PKM Tingkat UM Metro Tahun 2026

Hasto juga menyoroti pentingnya data berbasis nama dan alamat (by name by address) dalam penyaluran program bantuan agar tepat sasaran.

Di sisi lain, Lurah Suryodiningratan, Subiyana, menyatakan pihaknya siap mendukung program tersebut. Ia menyebut pengelolaan data statistik, termasuk Sistem Informasi Geografis (SIG), telah menjadi bagian dari kegiatan rutin di kelurahan.

Selain itu, pihaknya juga melakukan verifikasi lapangan terhadap data penerima bantuan dengan melibatkan RT dan RW untuk memastikan kesesuaian dengan kondisi di lapangan.

“Semua data akan ditapis agar benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait