Sate Ayam Amri Mbak Via: Kuliner Sederhana Favorit Mahasiswa

Sate Ayam Amri Mbak Via: Kuliner Sederhana Favorit Mahasiswa

Sate Ayam Amri Mbak Via: Kuliner Sederhana Favorit Mahasiswa --Ist

METRO, RADARMETRO.DISWAY.ID - Di tengah kesibukan aktivitas kampus dan lalu lalang kendaraan, aroma khas sate ayam yang dibakar perlahan kerap mencuri perhatian siapa saja yang melintas. Kepulan asap tipis yang membawa wangi gurih itu berasal dari sebuah gerobak sederhana milik Via (35), seorang wirausahawan yang memilih jalan mandiri di dunia kuliner.

Berawal dari keinginan untuk tidak bergantung pada pekerjaan orang lain, Via mulai merintis usaha sate ayam sejak tahun 2021. Dengan tekad kuat, ia membangun usahanya dari nol dan hingga kini tetap setia mengelola satu gerobak tanpa membuka cabang.

“Karena kita buat usaha ya pengen usaha sendiri, buka usaha sendiri, terus enggak pengen kerja sama orang lain. Kita jadi buka usaha sendiri aja.” ujarnya, Jumat (10/04)

Menu yang ditawarkan memang tidak banyak, hanya sate ayam dan lontong. Namun justru dari kesederhanaan itulah daya tariknya muncul. Ditambah lagi, harga yang ditawarkan sangat ramah di kantong, membuat siapa saja bisa menikmati tanpa harus berpikir panjang:

* Sate per tusuk: Rp1.000

* Lontong: Rp1.000

* Paket hemat: Rp5.000 (4 tusuk sate + lontong atau 5 tusuk sate tanpa lontong)

BACA JUGA:Wali Kota Yogyakarta Resmikan Galeri Pemasyarakatan, Dorong Pembinaan Warga Binaan

Di tengah kenaikan harga bahan pokok, Via tetap berusaha mempertahankan harga agar tetap terjangkau, khususnya bagi mahasiswa dan pelajar yang menjadi pelanggan setianya.

“Kita harga tetap sama, satu tusuknya seribuan. Kalau itu kita atur aja sih gimana caranya modal kita tetap bisa jalan setiap harinya, terus kita juga bisa masih bisa untung," kata Via.

Meski berjualan di pinggir jalan, tepatnya pojok Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung bukan tanpa tantangan Via berjualan, termasuk penertiban dari Satpol PP yang tidak menyurutkan semangatnya. Justru, lokasi strategis di sekitar kampus menjadi salah satu faktor yang membuat usahanya tetap ramai.

Setiap harinya, mulai pukul 15.00 WIB, gerobak sate Via tak pernah sepi. Pelanggannya datang dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga masyarakat umum. Dalam satu hari, ia bahkan bisa menjual lebih dari 50 porsi sate.

BACA JUGA:Tiga Kelurahan di Mantrijeron Ikuti Program Desa Cantik 2026, Fokus Perkuat Kualitas Data

Bagi para pelanggan, bukan hanya soal harga murah, tetapi juga rasa yang konsisten dan suasana sederhana yang membuat mereka kembali lagi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: