Ade Utami: Patriotisme Hari Ini Bukan Angkat Senjata, tapi Angkat Persoalan Rakyat
Ketua PKS Lampung Ade Utami Ibnu mengajak kader memaknai kemerdekaan lewat pelayanan, pemberdayaan ekonomi, dan kerja nyata untuk rakyat.--Ist
BANDAR LAMPUNG, RADARMETRO.DISWAY.ID — Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, tantangan patriotisme telah berubah. Jika para pejuang dahulu mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan, maka generasi hari ini dituntut mengangkat persoalan rakyat, mencari jalan keluarnya, dan memastikan kemerdekaan benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Ketua DPW PKS Lampung H. Ade Utami Ibnu dalam peringatan HUT ke-81 RI di pelataran DPW PKS Lampung.
Ade menegaskan, kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni dan simbol kebangsaan. "Kemerdekaan bukan sekadar usia, bukan sekadar upacara, bukan sekadar bendera yang kita kibarkan. Kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan nyata rakyat," tegasnya.
Karena itu, ia mengajak kader melihat kemerdekaan dari persoalan konkret: kesejahteraan petani dan nelayan, kesempatan ekonomi masyarakat desa, kualitas pelayanan publik, hingga masa depan generasi muda.
Menurut Ade, cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur harus dimulai dari daerah. Lampung, dengan kekuatan pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, dan sumber daya manusianya, memiliki peran strategis dalam membangun kedaulatan Indonesia. Kemajuan daerah, katanya, tidak boleh hanya terlihat dalam angka pertumbuhan ekonomi, tetapi harus bermuara pada pendapatan, kesempatan kerja, dan kehidupan rakyat yang lebih baik.
BACA JUGA:81 Tahun Indonesia Merdeka, Ade Utami: Ukur Kemerdekaan dari Apa yang Dirasakan Rakyat
Karena itu, Ade menegaskan politik harus dikembalikan pada fungsi utamanya: menyelesaikan persoalan rakyat. PKS, menurutnya, tidak cukup hanya menjadi bagian dari politik Lampung, tetapi harus menjadi bagian dari solusi. Politik gagasan, pelayanan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan generasi muda, serta kepemimpinan yang bersih dan profesional harus diwujudkan dalam kerja yang memiliki dampak nyata.
Momentum kemerdekaan juga menjadi pijakan Ade untuk menyerukan lima gerakan PKS Lampung: politik gagasan, hadir melayani, pemberdayaan ekonomi, pendidikan dan generasi muda, serta kepemimpinan bersih dan profesional. Ia mengingatkan kader agar tidak menunggu jabatan, momentum politik, atau pujian untuk berbuat.
"Hadir sebelum diminta. Bekerja sebelum dipuji. Membantu tanpa menunggu momentum," ujarnya.
Pada akhirnya, Ade mengajak kader mengukur pengabdian bukan dari jabatan yang berhasil diraih, melainkan dari manfaat yang tetap dirasakan masyarakat setelah amanah berakhir.
"Jangan kita tanyakan hanya, 'Apa yang sudah kita dapatkan dari Lampung?' Tetapi: 'Apa yang sudah kita berikan untuk Lampung?" Dari Lampung, ia menyerukan agar semangat kemerdekaan diterjemahkan menjadi kerja, pelayanan, keberpihakan kepada rakyat, dan kontribusi nyata untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: