Abu Vulkanik GAK Kembali Guyur Lampung, Sekolah Lanjut Daring

Abu Vulkanik GAK Kembali Guyur Lampung, Sekolah Lanjut Daring

Pemprov Lampung perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi pelajar di wilayah Lampung--Ist

RADARMETRO.DISWAY.ID -- Pemerintah Provinsi Lampung kembali melakukan penyesuaian kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi pelajar menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kebijakan belajar secara daring tersebut diperpanjang hingga 10 September 2026. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi sebaran abu vulkanik yang terbawa angin ke sejumlah wilayah Lampung.

Diketahui, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada status Level III atau Siaga. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap keselamatan dan kesehatan pelajar.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan keputusan memperpanjang PJJ dilakukan setelah pemerintah memantau perkembangan aktivitas vulkanik GAK bersama Pusdalops BPBD, PVMBG, dan sejumlah instansi terkait.

BACA JUGA:Polres Mesuji Bersama Forkopimda Bagikan Masker Serentak di 16 Titik

Menurut Jihan, keselamatan peserta didik menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan pembelajaran di tengah meningkatnya aktivitas gunung api tersebut.

“Dengan adanya peningkatan aktivitas erupsi, tentu keselamatan dan kesehatan anak-anak kita menjadi prioritas,” kata Jihan dalam keterangan di Command Center BPBD Lampung, Selasa (8/9/2026) malam.

Gunung Anak Krakatau erupsi Lima Kali

Berdasarkan hasil pemantauan Pemprov Lampung bersama Pusdalops BPBD, PVMBG dan sejumlah instansi terkait, Gunung Anak Krakatau tercatat lima kali erupsi pada Selasa (8/9/2026).

Erupsi pertama terpantau sekitar pukul 05.08 WIB dengan durasi 15 detik. Selanjutnya, GAK kembali erupsi pada pukul 05.34 WIB selama sekitar 10 detik.

Aktivitas berikutnya terjadi pukul 07.49 WIB dengan durasi kurang lebih 19 detik. Kemudian erupsi kembali tercatat pada pukul 11.34 WIB selama sekitar 17 detik.

Erupsi kelima menjadi perhatian karena terjadi pada pukul 17.56 WIB dengan durasi mencapai 31 detik.

Aktivitas tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum sekitar 54 milimeter pada seismogram. Durasi erupsi yang lebih panjang ini turut menjadi pertimbangan pemerintah dalam memperpanjang pelaksanaan sekolah secara daring.

“Karena erupsi terakhir durasinya mencapai 31 detik dan arah angin bergerak ke barat laut dan utara, termasuk ke arah Provinsi Lampung, maka pembelajaran daring diperpanjang,” ujar Jihan.

BACA JUGA:Pemkot Yogyakarta Dorong Perluasan Sasaran Makan Bergizi Gratis

Warga Diminta Jangan Panik

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: