Disdikbud Lamteng Diduga Terima Setoran Proyek Pengadaan Mebeler Rp7,2 Miliar
Disdikbud Lamteng Diduga Terima Setoran Proyek Pengadaan Mebeler Rp7,2 Miliar, Sekolah Istri Kadis Boyong 9 Lokal--Ist
LAMPUNGTENGAH, RADARMETRO.DISWAY.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Tengah coba main-main di proyek pengadaan mebeler.
Pengadaan mebeler di lingkungan Disdikbud Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2026 senilai Rp7,2 miliar memicu polemik.
Sejumlah Kepala Sekolah Dasar (SD) menyuarakan dugaan penyimpangan prosedur, praktik nepotisme, hingga isu pungutan liar (setoran) dalam pembagian bantuan tersebut.
Proyek yang dikerjakan oleh CV TE ini dinilai tidak transparan sejak tahap awal penyaluran.
Menurut keterangan sejumlah kepala sekolah yang meminta identitasnya dirahasiakan, mekanisme pembagian mebeler tidak berpatokan pada pengajuan proposal resmi dari sekolah yang membutuhkan.
BACA JUGA:Selamat, Jurnalis Muda Andre Hariyanto Lulus Uji Kompetensi Wartawan
"Mebeler pertama kali datang tidak ada sekolah yang mengajukan. Itu langsung dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) mengeluarkan nama-nama sekolah penerima karena barang mau diantar sore hari. Sekolah diminta menunggu dari dinas," ujar salah satu kepala SD, Minggu 20 September 2026.
Ia menambahkan, jika prosedur berjalan normal, pihak sekolah tentu telah melayangkan proposal kebutuhan.
Namun pada kenyataannya, distribusi justru terkesan asal tebang dan tidak merata, beberapa sekolah hanya menerima bantuan untuk satu hingga dua ruang kelas, sementara yang lain tidak mendapatkan sama sekali.
BACA JUGA:Pocil Polres Mesuji Sabet Juara Umum II di di Ajang Polisi Cilik se-Jajaran Polda Lampung
Ketimpangan distribusi ini kian meruncing setelah muncul dugaan kecemburuan sosial antar-instansi pendidikan.
SD Negeri 2 Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung, sekolah yang dipimpin oleh istri Kepala Disdikbud Lampung Tengah, dilaporkan memboyong bantuan mebeler hingga sembilan ruang kelas (lokal).
"Kami ada yang tidak dapat, tapi sekolah istri Kepala Disdikbud (SDN 2 Sulusuban) mendapatkan mebeler sampai sembilan lokal, artinya seluruh kelas dapat. Sedangkan sekolah lain hanya dapat satu atau dua lokal saja," tegas sumber tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: