Merawat Akar Budaya, Regenerasi Musik Tradisional Lampung Dibahas dalam Diskusi Publik di Pringsewu

Sabtu 29-11-2025,11:47 WIB
Reporter : APL-01
Editor : APL-01

PRINGSEWU, RADARMETRO.DISWAY.ID — Upaya merawat akar budaya dan mendorong regenerasi musik tradisional Lampung di era digital menjadi tema utama dalam diskusi publik yang digelar pada Sabtu (29/11/2025) di Ballroom Hotel Urban Pringsewu. 

Acara ini berlangsung melalui sambungan Zoom Meeting bersama anggota DPR RI Fraksi PKB, Dr. H. Muhammad Khadafi, SH., MH., serta menghadirkan dua narasumber utama, yakni Algustomi, S.Pd., MM., Ardiansyah dan bersama 70 peserta yang turun mengikuti diskusi publik

Anggota Komisi X DPR RI, DR. Muhammad Kadafi melalui sambungan Zoom meeting mengajak generasi mudah merawat akar budaya dan musik tradisional Lampung diera digital. Dirinya menilai merawat budaya sangat penting untuk menjaga identitas bangsa dan melestarikan warisan leluhur untuk generasi mendatang

Muhammad Khadafi menyatakan kemajuan digital bukan penghalang untuk melestarikan budaya. Justru, dengan memanfaatkan media sosial, seperti YouTube dan TikTok bisa memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke seluruh dunia dengan cara yang lebih menarik dan mudah diakses. 

BACA JUGA:Diduga Manipulasi Klaim, RS MMH Bandarjaya Resmi Dilaporkan Ke BPJS Kesehatan Cabang Metro

"Lampung yang kaya budaya membutuhkan anak mudanya untuk tidak hanya menjadi pewaris, tetapi juga aktif menyumbangkan ide-ide dan gagasan baru. Dengan demikian, budaya yang kita miliki tidak akan tertinggal zaman," ujarnya pada acara, Diskusi Budaya di Pringsewu, 

Di tempat yang sama Dalam pemaparannya, Algustomi, S.Pd., MM. membahas materi berjudul “Merawat Budaya Nusantara: Tantangan dan Solusinya.” Ia menekankan bahwa Indonesia merupakan negara multikultural dengan keberagaman budaya, suku, dan agama yang begitu luas. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kekayaan yang harus dijaga, bukan sumber perpecahan.

“Indonesia adalah bangsa yang multikultural. Budaya yang diwariskan oleh para leluhur harus kita rawat dan lestarikan. Perbedaan budaya, suku, dan agama bisa menjadi pemicu konflik bila tidak disikapi dengan bijak, namun jika disyukuri, maka keberagaman itu justru melahirkan kerukunan dan kedamaian,” ujar Algustomi.

BACA JUGA:Gelar Jumat Curhat dan Bhakti Kepolisian, Ini Pesan Kapolres Mesuji

Sementara itu, narasumber lainnya, Ardiansyah, turut memperkuat pentingnya regenerasi dan adaptasi budaya di tengah perkembangan teknologi digital. Ia menyoroti bagaimana musik tradisional Lampung dapat tetap diminati generasi muda melalui pendekatan kreatif dan pemanfaatan platform digital sebagai ruang promosi dan pelestarian.

Diskusi publik ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mencintai dan melestarikan musik tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas budaya daerah sekaligus kekayaan seni Nusantara.

Kategori :