Guru SD Terlibat Jaringan Sabu, Kapolres Pringsewu Sebut Ancaman Sosial Serius

Minggu 01-02-2026,12:49 WIB
Reporter : APL-01
Editor : APL-01

PRINGSEWU, RADARMETRO.DISWAY.ID – Fakta mengejutkan terungkap dari pengungkapan kasus peredaran narkoba di Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Seorang perempuan berinisial RP (34), yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar dan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kecamatan Pardasuka, ditangkap aparat kepolisian karena diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika jenis sabu.

Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunus Saputra mengatakan, RP diketahui telah mengenal dan menggunakan sabu sejak tahun 2015, saat masih menempuh pendidikan di bangku kuliah.

“Ini cukup mengejutkan dan menjadi perhatian serius. Dampak sosialnya besar karena yang bersangkutan merupakan seorang guru SD yang seharusnya menjadi teladan di masyarakat,” ujar AKBP Yunus, Minggu (1/2/2026).

BACA JUGA:Hadiri Harlah ke-100 NU , Plt. Bupati Lamteng Beri Apresiasi Atas Kontribusi Disegala Bidang

Berdasarkan hasil pemeriksaan, RP mengaku telah menggunakan sabu secara rutin selama kurang lebih 10 tahun. Ia disebut sebagai pengguna aktif dengan frekuensi penggunaan hingga dua kali dalam sehari.

“Pagi hari untuk memenuhi ketergantungan, sementara malam hari digunakan dalam aktivitas pribadi,” jelas Kapolres.

Lebih lanjut, AKBP Yunus mengungkapkan bahwa RP menjalin hubungan dengan sejumlah pria yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba, mulai dari bandar hingga pengedar. Hubungan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan sabu secara berkelanjutan.

“Yang bersangkutan berpindah dari satu hubungan ke hubungan lain yang semuanya berkaitan dengan peredaran narkoba. Ini berlangsung cukup lama,” ungkapnya.

BACA JUGA:Jumat Berkah, Satlantas Polres Mesuji Bagikan Sembako Bagi Warga Kurang Mampu

Kapolres menilai kasus ini berbahaya karena pelaku mampu menutupi aktivitas ilegalnya di balik citra sebagai pendidik.

“Secara sosial terlihat baik-baik saja, tertutup, dan tidak menimbulkan kecurigaan. Justru ini yang menjadi ancaman serius,” tegasnya.

Penyelidikan juga mengungkap adanya komunikasi RP dengan sejumlah pihak di sekitarnya yang diduga memiliki keterkaitan dalam penyalahgunaan narkoba.

 Polisi turut mendalami dugaan hubungan pribadi dengan beberapa pihak, termasuk aparat pemerintahan setempat, yang didukung oleh bukti percakapan elektronik dan masih dalam proses pendalaman.

BACA JUGA:Kebudayaan Berperan Penting Membentuk Karakter dan Jati Diri Daerah

Kategori :