PRINGSEWU, RADARMETRO.DISWAY.ID - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II, Prof. Iskhaq Iskandar, M.Sc, mendorong perguruan tinggi untuk bertransformasi menjadi kampus berdampak, yakni perguruan tinggi yang kinerjanya diukur dari kontribusi nyata terhadap masyarakat, lingkungan, dan pembangunan nasional. Dorongan tersebut mengemuka dalam dialog bersama pimpinan perguruan tinggi swasta di Provinsi Lampung.
Hal itu disampaikan Prof. Iskhaq dalam Forum Group Discussion (FGD) Kepala LLDIKTI Wilayah II bersama Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Provinsi Lampung bertema Arah Kinerja Perguruan Tinggi Tahun 2026, yang digelar Senin (2/2/2026) di Aula Universitas Aisyah Pringsewu.
“Ke depan, kita tidak lagi hanya melihat kinerja perguruan tinggi dari laporan administratif. Yang ingin kita ukur adalah sejauh mana kontribusi nyata perguruan tinggi bagi lingkungan sekitar kampus dan masyarakat yang lebih luas,” ujar Prof. Iskhaq.
Menurutnya, kebijakan Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi (IKU-PT) harus dipahami sebagai alat ukur dampak, bukan sekadar kewajiban administratif. Kontribusi tersebut, lanjutnya, tidak selalu identik dengan teknologi tinggi.
BACA JUGA:Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Lakukan Kunjungan ke BEI Yogyakarta
“Kontribusi itu tidak harus high technology. Kontribusi bisa disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing perguruan tinggi, baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional,” tegasnya.
Prof. Iskhaq menambahkan, IKU merupakan mandat kebijakan negara yang diturunkan dari peraturan perundang-undangan, sehingga wajib menjadi rujukan dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan rencana operasional perguruan tinggi.
“IKU bukan sekadar program kementerian. Ini adalah turunan langsung dari kebijakan negara. Karena itu, Renstra perguruan tinggi idealnya diselaraskan dengan IKU agar arah geraknya sama,” jelasnya.
Dalam arah kebijakan tahun 2026, Prof. Iskhaq menekankan empat fokus utama kinerja perguruan tinggi, yakni peningkatan akses pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi lulusan, penguatan talenta, serta tata kelola perguruan tinggi yang berintegritas. Keempat aspek tersebut dinilai saling berkaitan dalam mewujudkan perguruan tinggi yang benar-benar berdampak.
BACA JUGA:HIMADIKMI FKIP UM Metro Dampingi Siswa SMAN 1 Gunung Sugih Kembangkan Hard Skill Fotografi
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, media, masyarakat, dan mahasiswa.
“Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kerja bersama, dengan alat ukur yang sama dan langkah yang serasi, agar dampaknya bisa diakumulasikan secara nasional,” ujarnya.
Rektor UM Metro: Kontribusi Harus Berangkat dari Potensi dan Masalah Daerah
Rektor Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) Dr. Nyoto Suseno, M.Si., yang juga hadir diacara tersebut menegaskan bahwa upaya mewujudkan kampus berdampak harus diawali dengan pemahaman mendalam terhadap potensi dan persoalan riil di daerah.