Rakor Implementasi Program Prioritas dan Inovasi Tahun 2026, Ini Pesan Wagub Lampung

Rabu 15-04-2026,11:00 WIB
Reporter : APL-01
Editor : APL-01

BACA JUGA:Inflasi Terjaga, Pemprov Lampung Fokus Kolaborasi dan Akselerasi Program Perumahan

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov Lampung menghadirkan berbagai program inovatif seperti Sekolah Cangkok bagi siswa di daerah terpencil, program Lampung Mengajar untuk distribusi guru, serta Vokasi Migran guna menyiapkan tenaga kerja terampil berdaya saing global.

Di sisi lain, Wagub Jihan mengungkapkan bahwa Pemprov Lampung juga terus mendorong transformasi digital pendidikan melalui berbagai platform seperti Ruang Menghimpun Data (RMD), Aksi Jihan (Aksi Uji Latihan) dan Desmat sebagai sarana penguatan kesiapan siswa menghadapi pendidikan tinggi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Prof. Nunuk Suryani menegaskan bahwa visi nasional pendidikan saat ini adalah “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, yang berfokus pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan tanpa diskriminasi.

Visi ini merupakan turunan dari agenda pembangunan sumber daya manusia dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA:Kembali di Metro, Berembuk Rasa Angkat Dua Sandiwara Penuh Cerita

Dalam mendukung implementasi di Provinsi Lampung, Ditjen GTK menyiapkan sejumlah program prioritas tahun 2026, antara lain penguatan profesionalisme guru melalui percepatan sertifikasi, peningkatan kualifikasi akademik hingga jenjang S1/D4, serta pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan.

Selain itu, pemerintah pusat juga mendorong pemenuhan kebutuhan guru melalui skema seleksi PPPK dan CPNS, serta penataan tata kelola guru yang lebih terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Untuk Lampung, Ditjen GTK juga akan mempercepat penuntasan sertifikasi guru (PPG), redistribusi guru agar lebih merata, serta penyelesaian status guru non-ASN agar tetap dapat mengajar sambil mendapatkan dukungan tunjangan.

Program lainnya yang akan dijalankan di Lampung meliputi beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru yang belum S1/D4, pelatihan peningkatan kompetensi berbasis kelompok kerja guru, serta penguatan pembelajaran berbasis teknologi seperti coding, kecerdasan artifisial (AI), literasi, numerasi, dan STEAM. 

BACA JUGA:Kembali di Metro, Berembuk Rasa Angkat Dua Sandiwara Penuh Cerita

Selain itu, Nunuk menegaskan bahwa Ditjen GTK juga mendorong percepatan pengisian kepala sekolah definitif guna memperkuat kepemimpinan di satuan pendidikan.

Sementara itu, Kepala BGTK Provinsi Lampung Hendra Apriawan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan kompetensi terhadap 33.000 guru pada tahun 2025.

Hasil pemetaan tersebut menunjukkan rata-rata kompetensi guru masih berada di kisaran 50 persen, sehingga diperlukan intervensi pelatihan yang lebih tepat sasaran.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, Hendra menyampaikan bahwa BGTK Lampung akan menjalankan program pelatihan berbasis kebutuhan riil guru, dengan pendekatan kolaboratif bersama perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pemerintah daerah dimana program ini dirancang agar efektif namun tetap efisien dari sisi anggaran.

Selain itu, Hendra juga menyampaikan bahwa BGTK Lampung juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak guna meningkatkan kualitas pendidikan.

Kategori :