“Teknologi ini bukan menggantikan petani. Teknologi ini membantu petani dan pemerintah mengambil keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran.” — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
AI Mengubah Data Menjadi Informasi yang Lebih Cepat
Lampung-1 dikembangkan sebagai satelit hiperspektral yang dilengkapi kemampuan kecerdasan artifisial untuk membantu pemrosesan awal data di orbit. Pendekatan ini membuka peluang agar data yang dikirim ke bumi dapat lebih terpilah dan lebih cepat diterjemahkan menjadi informasi yang dibutuhkan pengguna.
Namun, Pemprov Lampung menegaskan bahwa teknologi tersebut masih harus melalui tahap pemeriksaan sistem, stabilisasi, kalibrasi sensor, pengujian muatan, dan validasi kualitas data sebelum digunakan secara lebih luas.
“Keberhasilan sesungguhnya bukan hanya ketika roket mencapai orbit, tetapi ketika teknologi yang dibawanya benar-benar membantu menyelesaikan tantangan pembangunan di daerah.” — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Transfer Pengetahuan dan Talenta Indonesia
Kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat talenta Indonesia di bidang teknologi satelit dan penginderaan jauh. Saat ini, sejumlah pelajar dan talenta muda Indonesia, personel BRIN dan Telkom, serta aparatur sipil negara Pemerintah Provinsi Lampung memperoleh kesempatan belajar di lingkungan STAR.VISION.
STAR.VISION juga telah melibatkan engineer asal Indonesia, termasuk lulusan Institut Teknologi Bandung, dalam pengembangan teknologi dan solusi satelit. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya memiliki potensi sebagai pengguna, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pengembangan teknologi antariksa.
“Investasi terbesar dari kerja sama ini bukan hanya teknologi yang diluncurkan ke ruang angkasa, tetapi manusia yang dipersiapkan untuk memahami, menguasai, dan memanfaatkannya.” — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Proyek Tidak Menggunakan APBD Untuk pembangunan dan Peluncuran
Pemerintah Provinsi Lampung menjelaskan bahwa pembangunan dan peluncuran Lampung-1 tidak menggunakan
APBD Provinsi Lampung. Pembangunan, kepemilikan, pengoperasian, dan tanggung jawab teknis satelit berada pada STAR.VISION Aerospace, sementara Pemprov Lampung berperan sebagai mitra pengembangan pemanfaatan teknologi dan data untuk kebutuhan pembangunan daerah.
Setiap kegiatan lanjutan yang berpotensi melibatkan program atau anggaran daerah akan dibahas secara terpisah, sesuai kebutuhan, prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Harapan kami sederhana: teknologi ini benar-benar menjadi solusi bagi persoalan masyarakat dan menjadi contoh bahwa kerja sama internasional dapat menghasilkan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.” Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. (*PemprovLampung*)