Dua Dosen UM Metro Tembus Jurnal Internasional Q1

Rabu 30-09-2026,23:19 WIB
Reporter : APL-01
Editor : APL-01

“Teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperkuat kualitas pendidikan, bukan menggantikan nilai-nilai yang menjadi fondasi pendidikan itu sendiri. Karena itu, kita perlu menjembatani kearifan lokal dengan perkembangan teknologi agar transformasi pendidikan tetap memiliki arah dan nilai kemanusiaan,” lanjutnya.

Ihsan juga menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi bagian penting dalam proses penelitian hingga publikasi. Keterlibatan peneliti dari berbagai perguruan tinggi dan negara menunjukkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan membutuhkan ruang kerja sama yang terbuka.

Artikel tersebut mempertemukan peneliti dari sejumlah institusi di Indonesia dengan peneliti dari Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), Malaysia, dalam membahas isu kepemimpinan pendidikan, kompetensi guru, dan transformasi digital. 

BACA JUGA:Momen Haru Dr. Sudarman Terima SK Pensiun Setelah Hampir 4 Dekade Mengabdi di UM Metro

Memperkuat Budaya Publikasi Akademik UM Metro

Publikasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi akademik dosen UM Metro melalui penelitian dan publikasi pada jurnal internasional.

Bagi perguruan tinggi, publikasi ilmiah tidak hanya menjadi indikator produktivitas akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membawa hasil penelitian agar dapat dibaca dan didiskusikan dalam komunitas akademik yang lebih luas.

Kehadiran dua dosen UM Metro dalam artikel tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa isu pendidikan yang berangkat dari konteks lokal dapat dikembangkan menjadi kajian yang memiliki relevansi lebih luas.

Terlebih, penelitian ini berangkat dari pengalaman dan persoalan pendidikan di Indonesia, khususnya Provinsi Lampung, kemudian menghubungkannya dengan isu global mengenai transformasi digital dan kompetensi guru. 

Bagi UM Metro, capaian tersebut diharapkan dapat terus mendorong dosen dan peneliti untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas penelitian, serta memperluas jejaring akademik di tingkat nasional maupun internasional.

Pada akhirnya, kearifan lokal dan teknologi tidak harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersama ketika ditempatkan dalam kerangka pendidikan yang tetap berorientasi pada manusia, karakter, kompetensi, dan kebermanfaatan.

BACA JUGA:Ikuti Asesmen Lapangan AIPT, UM Metro Paparkan Capaian dan Perkembangan Kampus

Identitas Publikasi:

• Judul: Bridging Local Wisdom and Digital Transformation: The Role of Ki Hajar Dewantara-Based Leadership in Enhancing Teacher Competency 

• Jurnal: Jurnal Ilmiah Peuradeun – The Indonesian Journal of the Social Sciences 

• Penerbit: SCAD Independent 

• Volume: Vol. 14, No. 3, September 2026, hlm. 1537–1560 

Kategori :