Guru Besar UM Metro, Muhammad Ihsan Dacholfany, Perkuat Kiprah Akademik dan Persyarikatan di Tahun 2026

Guru Besar UM Metro, Muhammad Ihsan Dacholfany, Perkuat Kiprah Akademik dan Persyarikatan di Tahun 2026

Guru Besar UM Metro, Muhammad Ihsan Dacholfany, Perkuat Kiprah Akademik dan Persyarikatan di Tahun 2026--Ist

METRO, RADARMETRO.DISWAY.IDKiprah akademik Muhammad Ihsan Dacholfany semakin menguat pada tahun 2026. Akademisi Universitas Muhammadiyah Metro ini resmi menyandang gelar Guru Besar dalam bidang Ilmu Manajemen Pendidikan, sekaligus terus aktif dalam berbagai peran strategis di dunia pendidikan dan persyarikatan Muhammadiyah.

Berdasarkan data yang dihimpun,  Januari 2026, Muhammad Ihsan Dacholfany menerima Surat Keputusan (SK) Guru Besar dari Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademiknya yang dikenal produktif dalam menulis buku; penelitian dan publikasi ilmiah, namun ada yang agak unik,  ia kurang berkenan dipanggil prof (https://www.kompasiana.com/umnews/698d38c134777c4fed46bd33/tak-ingin-dipanggil-profesor-keteladanan-guru-besar-um-metro-yang-mengedepankan-dampak-bukan-gelar)

Selain sebagai Guru Besar, ia saat ini diamanahi menjabat sebagai Wakil Rektor IV Bidang Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Kerja Sama di Universitas Muhammadiyah Metro untuk periode 2019-2023 berlanjut periode 2023–2027. Dalam perannya tersebut, ia berkontribusi dalam penguatan nilai-nilai keislaman sekaligus memperluas jejaring kerja sama institusi baik nasional maupun internasional.

Tak hanya di lingkungan kampus, Ihsan juga aktif dalam organisasi Muhammadiyah. Ia dipercaya sebagai Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PWM Lampung periode 2023–2027 dan Ketua Forum Pimpinan AIK PTMA PP Muhammadiyah 2024 -2026 , Dalam kapasitas ini, ia  banyak terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pengkaderan dan pengajian, baik di internal persyarikatan maupun masyarakat luas.

BACA JUGA:UM Metro Teguhkan Posisi sebagai Kampus Kompetitif Berbasis Standar Nasional dan Nilai Profetik

Di tingkat lokal, ia menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Metro Timur dan turut berperan sebagai salah satu penggagas berdirinya SD Muhammadiyah Buya Hamka di Kota Metro. Selain itu, ia juga aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Metro sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi serta Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Metro.

Sebagai akademisi, Ihsan Dacholfany dikenal luas karena kontribusinya dalam membimbing dan menguji disertasi doktor di berbagai perguruan tinggi, seperti UIN Raden Intan Lampung, UIN Raden Fatah Palembang, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta dan lainnya.

Dalam aspek publikasi ilmiah, namanya juga tercatat memiliki capaian indeks sitasi yang baik melalui platform seperti Google Scholar dan ResearchGate, serta menempati peringkat atas dalam pemeringkatan SINTA di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro.

Latar belakang pendidikan pesantren, termasuk pengalaman mengajar di Pondok Modern Gontor Ponorogo dan ia pun pernah belajar di Pondok Pesantren Madrasatul Qur'an Tubeireng Jombang, ia turut membentuk karakter kepemimpinannya yang religius dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia.

BACA JUGA:Tausiyah Halal Bihalal UM Metro: Silaturahmi Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Ibadah

Ia dikenal orang yang sederhana dan bersahaja, dibuktikan dengan selalu menggunakan motor Supra X lama dsb, Dengan berbagai capaian tersebut, kehadiran Ihsan Dacholfany diharapkan terus memberikan kontribusi nyata dalam penguatan mutu pendidikan, pengembangan kader Muhammadiyah, serta kemajuan masyarakat di Lampung dan Indonesia secara umum.. Semoga ia terus sehat dan istiqomah melaksanakan  amanah dengan baik..kita doakan..

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait