WJNC 2026 Diarahkan Jadi Media Edukasi Lingkungan, Pemkot Yogyakarta Tekankan Fungsi Tuntunan

WJNC 2026 Diarahkan Jadi Media Edukasi Lingkungan, Pemkot Yogyakarta Tekankan Fungsi Tuntunan

WJNC 2026 Diarahkan Jadi Media Edukasi Lingkungan, Pemkot Yogyakarta Tekankan Fungsi Tuntunan--Ist

YOGYAKARTA, RADARMETRO.DISWAY.ID — Pemerintah Kota YOGYAKARTA menegaskan arah kebijakan penyelenggaraan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 sebagai lebih dari sekadar agenda hiburan. Wali Kota YOGYAKARTA, Hasto Wardoyo, menekankan bahwa karnaval budaya tahunan tersebut harus menjadi instrumen edukasi publik, khususnya dalam isu lingkungan dan pengelolaan sampah.

Hasto menyatakan, WJNC memiliki kekuatan strategis melalui medium wayang yang sarat nilai filosofis. Karena itu, ia mendorong agar penyelenggaraan tidak hanya berfokus pada aspek visual, tetapi juga menghadirkan pesan yang mampu membentuk kesadaran kolektif masyarakat.

“Wayang itu bukan hanya tontonan, tapi juga tuntunan dan tatanan. Kalau hanya menghadirkan penonton tanpa ada hikmah, maka kita baru berhasil di aspek tontonan saja,” ujar Hasto, Selasa (7/4/2026).

Dalam perspektif kebijakan, Pemkot Yogyakarta menilai pentingnya memasukkan isu lingkungan ke dalam narasi pertunjukan secara konkret. Pesan mengenai kebersihan, keteraturan kota, dan pengelolaan sampah diharapkan dapat diterjemahkan secara kontekstual sehingga relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

BACA JUGA:Lussy Renata Dapat Julukan 'Queen', Simbol Apresiasi dan Fase Baru di Kariernya

“Harapannya, setelah menyaksikan, masyarakat tidak hanya terhibur, tapi juga sadar pentingnya pengelolaan sampah, kebersihan, dan keteraturan,” katanya.

Selain itu, Hasto juga menyoroti tantangan transformasi budaya di tengah perubahan zaman. Ia meminta para kreator mampu mengemas nilai-nilai pewayangan agar tetap relevan bagi generasi muda tanpa kehilangan substansi budaya.

“PR besarnya bagaimana nilai-nilai budaya ini bisa diterjemahkan dan diadopsi oleh generasi sekarang. Jangan sampai terputus,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengaitkan WJNC dengan visi pembangunan Kota Yogyakarta yang tertib, bersih, dan berkelanjutan. Dalam kerangka tersebut, WJNC diposisikan sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah untuk membangun budaya baru berbasis kesadaran lingkungan.

BACA JUGA:Harga Plastik Meroket Hingga 80 Persen, Pedagang dan UMKM di Metro Menjerit

“Kalau orang selesai menonton lalu punya kesadaran untuk hidup lebih tertib dan menjaga lingkungan, di situlah WJNC berhasil sebagai tuntunan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, menjelaskan bahwa penyelenggaraan WJNC tahun ini mengusung konsep “WJNC Fest” yang berlangsung selama sepekan. Pendekatan tersebut diambil untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait