Harga Daging Sapi di Metro Tembus Rp140.000 Ribu, Pedagang Lesu Pembeli Sepi
Harga Daging Sapi di Metro Tembus Rp140.000 Ribu, Pedagang Lesu Pembeli Sepi--Ist
METRO, RADARMETRO.DISWAY.ID – Kenaikan harga daging sapi di pasar tradisional terus berlanjut, memicu kekhawatiran di kalangan pedagang dan konsumen di Mega Mall (eks Pasar METRO/Copindo), harga eceran daging sapi kini telah menyentuh angka Rp140.000 per kilogram.
Kenaikan Harga Dipicu Kelangkaan Stok
Satu pedagang daging senior di Mega Mall, Atun mengungkapkan bahwa kenaikan ini terjadi secara bertahap sejak momen Lebaran lalu.
Menurutnya, harga modal yang diambil dari penyuplai saat ini sudah mencapai Rp130.000 per kilogram menyisakan margin tipis bagi para pedagang.
"Sekarang harga naik terus, tidak pernah turun. Sapi susah dicari karena barangnya langka. Apalagi sejak ada wabah (MBG), stok sapi yang siap potong setiap harinya semakin berkurang," ujar Ibu Atun saat ditemui di lapaknya, Kamis, 09 April 2026.
BACA JUGA:Walikota Bambang Rombak 43 Pejabat
Sebagai perbandingan dalam kondisi normal, harga daging sapi biasanya stabil di kisaran Rp120.000 hingga Rp125.000 per kilogram.
Daya Beli Masyarakat Menurun Tajam
Melambungnya harga daging berdampak langsung pada volume penjualan. Ibu Atun menyebutkan bahwa saat ini pembeli umum sangat jarang ditemukan. Sebagian besar omzetnya kini hanya bergantung pada pesanan untuk acara hajatan warga.
Kondisi ini diperparah dengan lesunya sektor kuliner. Warung-warung makan yang biasanya menjadi pelanggan tetap kini mulai mengurangi jumlah pembelian mereka. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku lainnya, mulai dari plastik hingga bahan dapur yang membuat operasional warung semakin berat.
BACA JUGA:Sertijab dan Pelantikan Pejabat UM Metro, PWM Ajak Komitmen Dalam Periodesasi
Bertahan di Tengah Ketidakpastian
Atun yang telah melakoni profesi sebagai pedagang daging sejak usia 12 tahun mengaku hanya bisa pasrah mengikuti mekanisme pasar. Meskipun telah memiliki cucu dan puluhan tahun pengalaman, ia mengaku situasi saat ini cukup menantang bagi keberlangsungan usahanya.
"Harapannya ya bisa bertahan saja, kita hanya mengikuti harga dari bos (penyuplai). Kalau harga naik ya kita ikut naik, kalau turun ya turun. Yang penting setiap hari masih bisa berdagang untuk kebutuhan hidup," pungkasnya. (Dinda Ayu Pratama)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: