Trenggiling (Manis Javanica)

Trenggiling (Manis Javanica)

Foto: Trenggiling -(Istimewa)-

Oleh : Sadira Maharani Putri

Nurly Agatha Putri

Octa Nur Sabila

Dylla Alya Putri

Trenggiling berasal dari kata melayu “giling” yang berarti “menggulung”. 

Trenggiling termasuk hewan unik mempunyai kepala yang kecil, mata dan telinga yang kecil dengan lidah yang panjang, tubuh panjang dan ramping yang ditutupi dengan sisik.

Sisiknya berwarna kecoklatan dengan ujung lancip yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan terhadap predator.

Ketika terancam, trenggiling dapat menggulung tubuhnya menjadi seperti bentuk bola dengan sisik yang berada di bagian luar.

Trenggiling mempunyai empat kaki pendek dengan cakar yang tajam berfungsi untuk menggali sarang rayap dan sarang semut.

Trenggiling dapat tumbuh hingga panjang 79-88 cm dengan berat mencapai 8-13 kg.

Trenggiling merupakan mamalia unik bersisik satu-satunya dari family Pholidota yang mempunyai peran ekologis untuk membantu mengendalikan populasi serangga di hutan karena makanannya yaitu semut dan rayap.

Selain itu, trenggiling dapat membantu meng-aerasi tanah sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah serta unsur hara dengan menggali sarang rayap dan sarang semut.

BACA JUGA:Pelanggaran Kesejahteraan Pada Hewan! Kasus Penyimpangan Seksual Pada Orangutan di Kalimantan Bernama Pony

Pada tahun 2017, Trenggiling (Manis Javanica) masuk ke dalam daftar merah IUCN (International United for Conservation of Nature) dengan status Terancam Punah atau Critically Endangered (CR).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: