Eksploitasi Topeng Monyet Terhadap Satwa Primata di INDONESIA

Eksploitasi Topeng Monyet Terhadap Satwa Primata di INDONESIA

Foto: Monyet-(Istimewa)-

Oleh: Rismawati Hidayah

Salsabillah Annisa R

Sulis Aprilia

Wiwit Asri KusumaW

Fenomena topeng monyet mencerminkan eksploitasi satwa liar untuk kepentingan budaya yang tidak sesuai dengan prinsip bioetika.

Penggunaan topeng monyet tidak hanya mengeksploitasi bagi hewan tersebut, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan dan kesejahteraannya.

Hidup dalam pelanggaran standar housing dapat menyebabkan perubahan perilaku dan masalah kesehatan.

Dibeberapa tempat,topeng monyet sudah menjadi tradisi, dimana monyet dilatih untuk melakukan berbagai aktivitas manusia, mulai dari berbelanja, jalan-jalan, bahkan memainkan musik. 

Meskipun tujuannya untuk hiburan masyarakat, praktik tersebut menimbulkan perdebatan karena berdampak pada kesejahteraan primata seperti monyet ekor panjang (MEP). 

Penjaga monyet sering kali melatih monyet untuk melakukan tindakan yang mungkin bertentangan dengan kebutuhan alami dan kesehatan hewan tersebut. 

BACA JUGA:Trenggiling (Manis Javanica)

Selain itu, lingkungan pertunjukan yang kurang nyaman dapat menyebabkan stres pada monyet.

Dalam konteks bioetika dan kesejahteraan hewan, banyak yang berpendapat bahwa eksploitasi hewan liar untuk tujuan rekreasi bertentangan dengan prinsip kebebasan dan kesejahteraan hewan

Upaya untuk mengakhiri praktik ini harus ditekankan bahwa primata tidak boleh dipelihara dan dapat membawa penyakit menular. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: