2024, Kekuatan Kebun Tebu Bisa Pengaruhi Pilkada Kota Metro

2024, Kekuatan Kebun Tebu Bisa Pengaruhi Pilkada Kota Metro

Foto: Pemimpin Redaksi Radar Metro-(Hermansyah Albantani)-

Meskipun tidak bisa dijadikan gambaran umum, tapi saya melihat elektabilitas Wahdi tidak bagus-bagus amat. Ini bisa jadi pintu gerbang yang baik bagi calon lain yang ingin berkompetisi.

BACA JUGA:DPRD Pertanyakan Surat Persetujuan Pelantikan Pejabat dari Mendagri

Bahkan bisa saya katakan, keterpilihan Wahdi di periode pertama, lebih kepada orang-orang belum tahu sepak terjangnya jika memimpin, jadi masih okelah untuk ditunggu dan dilihat.

Tapi sekarang sudah memimpin, masyarakat bisa menilai hasil kerjanya dan bagaimana komunikasi dan penghargaannya dengan orang lain (yang baca dan pernah berinteraksi langsung, pasti senyum-senyum baca ini).

Faktor yang kedua, yakni soal tiket partai pengusung. Kalau kita baca di permukaan, sudah pasti pilkada 2024 ini Wahdi jika maju kembali jelas akan meminta dukungan dari Partai NasDem (bahasa halus dari pasti didukung NasDem).

Kenapa? Satu karena kedekatan pimpinan Partai NasDem dengan sosok Wahdi, yang kedua ada adik ipar Wahdi yang menjadi pejabat teras di DPC Partai NasDem Kota Metro yakni Efril Hadi, yang ketiga banyak support yang diberikan Wahdi kepada NasDem, salah satunya menambah perolehan kursi NasDem di DPRD Kota Metro karena Efril Hadi maju dan terpilih yang tentunya disupport habis oleh Wahdi (belum lagi konon katanya kantor NasDem berada di bangunan yang memang milik Wahdi).

Kalau dari perolehan suara Pileg Kota Metro 2024, NasDem ada di urutan empat dengan total 12.109 suara, tapi belum tahu jika dikonversi dalam bentuk kursi di DPRD, berdasarkan hitung-hitungan tiap dapil harusnya dapat empat kursi.

Artinya, tinggal kurang satu kursi lagi untuk memuluskan Wahdi maju pilkada lewat jalur partai. Peluang itu terbuka lebar, karena masih ada beberapa partai yang mendapat kursi satu atau dua sudah cukup untuk memuluskannya.

Tapi itu pada umumnya pilkada ada dua faktor itu, khusus Pilkada Kota Metro variabelnya ditambah satu lagi, yakni pendanaan yang luar biasa.

Nah, untuk yang satu ini, Wahdi seharusnya sudah tidak ada kendala lagi, sudahlah petahana, kekayaannya yang tercatat di LHKPN saja, Rp22 miliar yang artinya merupakan kepala daerah kabupaten/kota terkaya se-Lampung.

BACA JUGA:Ini Alasan Sekda Lantik Puluhan Pejabat di Metro yang Diduga Bermasalah

Dari tiga variabel itu, Wahdi memiliki segalanya, meskipun secara elektabilitas masih sangat bisa dipertanyakan.

Jadi siapa lawan tangguhnya yang bisa memberi batu sandungan Wahdi? Ya, tidak lain tidak bukan adalah pangeran dari kayangan (kiasan) yang memang kuat dari tiga syarat umum yang kita ulas tadi.

Ada fenomena menarik di 2024 ini, dimana bos kebun tebu di Lampung, akan sangat menentukan pesta bintang Pilkada Kota Metro.

Bukan karena bos kebun tebu akan support calon walikota di Metro, tapi keputusan kebun tebu pada Pilkada Lampung Tengah dan Lampung Timur yang memang secara kewilayahan berada di zona HGU bos kebun tebu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: