Baru Awal Tahun Ratusan Warga Metro Terserang DBD, Kelurahan Yosodadi Tertinggi!

Baru Awal Tahun Ratusan Warga Metro Terserang DBD, Kelurahan Yosodadi Tertinggi!

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Verawati Nasution melakukan rapat evaluasi pencegahan DBD--Dok Radarmetro.disway.id

KOTAMETRO, RADARMETRO.DISWAY.ID - Penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus mengalami peningkatan. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro, sepanjang Januari 2025 tercatat ratusan warga Kota Metro terserang DBD. 

Di mana dalam periode tersebut penyakit DBD banyak menyerang warga di Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur dengan 21 kasus. 

Sementara itu, jumlah kasus tertinggi kedua yakni di Puskesmas Purwosari dengan 18 kasus. Lalu, Puskesmas Yosomulyo dengan 16 kasus, Puskesmas Margorejo dengan 13 kasus, dan Puskesmas Mulyojati dengan 10 kasus.

Kemudian Puskesmas Tejoagung dengan 9 kasus, Puskesmas Karangrejo dengan 8 kasus, Puskesmas Iringmulyo dengan 7 kasus, dan Puskesmas Metro dengan 5 kasus.

Selanjutnya, Puskesmas Banjarsari dengan 4 kasus dan Puskesmas Ganjar Agung dengan 3 kasus. 

Dikonfirmasi awak media, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Eko Hendro Saputro, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Verawati Nasution, membenarkan kondisi tersebut. 

Ia mengatakan, terhitung hingga 30 Januari 2025 terdapat 117 warga yang terserang penyakit DBD. Adapun dari jumlah tersebut warga di Kelurahan Yosodadi yang paling tinggi mencapai  21 kasus.

"Untuk jumlah kasus DBD yang terkonfirmasi sepanjang Januari cukup tinggi. Seperti di Puskesmas Yosodadi menjadi lokasi dengan kasus terbanyak sebanyak 21 kasus," terangnya pada Jumat 31 Januari 2025.

Menurutnya, meningkatnya kasus DBD tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan. Selain itu kondisi tersebut diperparah dengan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. 

"Kami menghimbau masyarakat untuk lebih aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," katanya. 

"Langkah ini dapat dilakukan dengan menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat air, serta mendaur ulang barang bekas. Dengan begitu diharapkan tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti," ungkapnya. 

Tidak hanya itu, lanjutnya, masyarakat juga diimbau untuk waspada apabila mengalami gejala penyakit DBD. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: