Keluarga Rejomulyo Terhimpit Kemiskinan dan Keterbatasan, Butuh Bantuan

Keluarga Rejomulyo Terhimpit Kemiskinan dan Keterbatasan, Butuh Bantuan

Keluarga Rejomulyo Terhimpit Kemiskinan dan Keterbatasan, Butuh Bantuan--Ist

METRO, RADARMETRO.DISWAY.IDPotret kehidupan memilukan datang dari wilayah Rejomulyo, Metro Selatan. Sebuah keluarga hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatan yang memprihatinkan, mengetuk kepedulian masyarakat dan pemerintah untuk segera hadir memberikan bantuan.

Kisah ini bermula dari keluarga Pak Sugeng, seorang buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu, yang dalam beberapa tahun terakhir mulai istiqomah menjalankan ibadah salat berjamaah di Masjid Al Barakah. Di tengah keterbatasan tersebut, kebutuhan keluarga turut dibantu oleh istrinya, Bu Katmini.

Namun, perhatian utama tertuju pada Pak Rokim, mantan suami Bu Katmini, yang saat ini hidup dalam kondisi gangguan kejiwaan (ODGJ). Ia tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana dengan kondisi memprihatinkan—gelap, bocor, dan minim fasilitas layak.

Kondisi tersebut semakin berat karena keterbatasan penanganan medis. Hingga kini, belum ada intervensi intensif dari tenaga kesehatan, termasuk dari pihak puskesmas. Upaya pengobatan yang pernah dilakukan sebelumnya juga belum menunjukkan perubahan signifikan.

BACA JUGA:Harga Daging Sapi di Metro Tembus Rp140.000 Ribu, Pedagang Lesu Pembeli Sepi

Di tengah situasi sulit itu, sosok Adi, salah satu anak dalam keluarga tersebut, menjadi perhatian tersendiri. Meski dalam kondisi disabilitas, Adi menunjukkan bakti luar biasa kepada orang tuanya. Ia kerap membantu merawat ayahnya, mengantar makanan, hingga terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masjid.

Ironisnya, Adi juga kerap menjadi korban perundungan dari anak-anak di sekitarnya. Hal ini mendorong warga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak lagi melakukan tindakan yang melukai secara fisik maupun mental.

“Kami mengajak anak-anak untuk tidak lagi mengejek atau menyakiti Adi. Justru di balik keterbatasannya, ia memiliki hati yang sangat mulia dan penuh bakti,” ujar Harbi Gemeli Putra, warga setempat.

Lebih lanjut, Harbi menyampaikan bahwa kondisi keluarga ini membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak, baik masyarakat, dermawan (muhsinin), maupun pemerintah melalui dinas terkait.

BACA JUGA:Sertijab dan Pelantikan Pejabat UM Metro, PWM Ajak Komitmen Dalam Periodesasi

“Kami berharap ada perhatian dari dinas sosial atau pihak berwenang agar dapat memberikan penanganan yang lebih layak, baik dari sisi kesehatan maupun kebutuhan hidup sehari-hari,” tambahnya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa masih ada saudara-saudara kita yang hidup dalam kesunyian, keterbatasan, dan membutuhkan uluran tangan. Kepedulian bersama diharapkan mampu meringankan beban yang mereka hadapi.

Penulis: Harbi Gemeli Putra, S.H., M.H

Editor: Guswir.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: