Dukung Penuh Program Indonesia Bersih 100 Persen, Pemprov Lampung Gelar Rapat Pengelolaan Sampah Terpadu

Dukung Penuh Program Indonesia Bersih 100 Persen, Pemprov Lampung Gelar Rapat Pengelolaan Sampah Terpadu

Dukung Penuh Program Indonesia Bersih 100 Persen, Pemprov Lampung Gelar Rapat Pengelolaan Sampah Terpadu --Ist

BANDARLAMPUNG, RADARMETRO.DISWAY.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar Rapat Pengelolaan Sampah Terpadu dengan menghadirkan Sekretaris Utama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Rosa Vivien Ratnawati, yang digelar di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Jumat (10/4/2026).

Pada kesempatan itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan komitmen mendukung penuh program Indonesia Bersih 100 persen dengan berkolaborasi bersama KLH.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan kehadiran para bupati dan wali kota se-Lampung dalam rapat ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah.

BACA JUGA:TP Posyandu Condongcatur Jalani Klarifikasi Lapangan Lomba DIY 2026, Optimistis Tembus Nasional

“Ini membuktikan keseriusan kami dalam mengatasi permasalahan sampah di daerah,” ujarnya.

Menurut Gubernur Mirza, pengelolaan sampah tidak lagi sekadar persoalan kebersihan, tetapi telah menjadi isu strategis yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, tata kelola pemerintahan, hingga masa depan generasi.

Ia menegaskan bahwa kebersihan merupakan cerminan kemajuan suatu daerah. “Tidak ada peradaban yang maju tanpa didukung lingkungan yang bersih dan pengelolaan sampah yang baik,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa dengan jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa, produksi sampah di Lampung mencapai sekitar 4.700 ton per hari. Khusus di Kota Bandar Lampung, volume sampah mencapai sekitar 1.200 ton per hari.

BACA JUGA:Ahli Hukum UI di Sidang Kasus Chromebook: Unsur Pidana Tak Terpenuhi, Terdakwa Layak Dibebaskan

“Kondisi ini harus segera disolusikan, terutama di daerah padat seperti Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Pesawaran,” ujarnya.

Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi perhatian. Pada 2024, jumlah kunjungan wisatawan ke Lampung mencapai 19 juta orang, dan meningkat menjadi 26 juta pada 2025 serta diproyeksikan mencapai 30 juta pada 2026.

“Jika tidak dikelola dengan baik, persoalan sampah akan berdampak negatif terhadap pariwisata, yang merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi utama,” ujar Gubernur Mirza.

Ia menekankan pentingnya tindak lanjut konkret pasca rapat, seperti penyusunan agenda aksi bersama, penguatan koordinasi lintas daerah, serta pemetaan titik-titik permasalahan sampah.

BACA JUGA:Harga Bawang Merah Stabil, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait