'Berembuk Rasa' Capai Puncak Acara, Suguhkan Dua Lakon Spektakuler

'Berembuk Rasa' Capai Puncak Acara, Suguhkan Dua Lakon Spektakuler

'Berembuk Rasa' Capai Puncak Acara, Suguhkan Dua Lakon Spektakuler--Ist

METRO, RADARMETRO.DISWAY.ID – Proyek kolaboratif seni pertunjukan teater bertajuk “Berembuk Rasa” sukses digelar selama dua malam, pada 17–18 April, di Gedung DKM (Dewan Kesenian METRO).

Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi komunitas seni dalam menghadirkan karya yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Acara yang melibatkan sejumlah komunitas kreatif seperti Keluarga Cakau, UKM IMPAS, UKM IMPASI, Keluarga Alumni IMPAS, Sanggar Satu Kata dan Sanggar Kaliptra ini menghadirkan dua pertunjukan berbeda di tiap malamnya. Pada malam pertama, penonton disuguhkan lakon berjudul “Malam Jahannam”. Sementara pada malam kedua yang menjadi puncak acara, dipentaskan teater berjudul “Senja dengan 2 Kelelawar”.

Kedua pertunjukan tersebut mengangkat tema universal yang lekat dengan kehidupan manusia, seperti cinta, romantisme, dan kegilaan, dengan pendekatan realisme yang kuat.

BACA JUGA:PSB SMAS TMI Roudlatul Qur’an Metro Berjalan Lancar, Antusiasme Calon Siswa Meningkat

Sutradara teater “Senja dengan 2 Kelelawar”, Andika gundul Septian, menjelaskan bahwa “Berembuk Rasa” bukan sekadar pertunjukan, melainkan sebuah konsep menyeluruh yang mengangkat kehidupan sehari-hari ke atas panggung.

“Berembuk Rasa sebenarnya bukan hanya pertunjukan, tapi sebuah konsep menyeluruh. Keduanya membicarakan romantisme, kecintaan, dan kegilaan. Kenapa realisme? Karena kehidupan sehari-hari itu bisa kita angkat menjadi karya dan dipindahkan ke panggung,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses kreatif  pementasan ini telah dimulai sejak akhir tahun 2025 dan berlangsung selama kurang lebih empat hingga lima bulan. Persiapan tersebut membuahkan hasil dengan tingginya antusiasme penonton, terutama pada malam kedua yang menjadi puncak acara.

Meski belum ada rencana untuk membawa pementasan ini ke luar daerah, Andika berharap semangat kolaborasi dalam “Berembuk Rasa” dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi kemajuan dunia teater. 

BACA JUGA:Nikmati Senja dan Perpaduan Hangat Kuliner di Atas Bukit Way Gubak

“Harapannya ke depan kesenian, khususnya teater, terus berkembang. Dan semoga kita bisa memiliki gedung pertunjukan sendiri,” tambahnya.

Melalui pengangkatan isu-isu yang dekat dengan kehidupan manusia, “Berembuk Rasa” membuktikan bahwa teater tetap relevan sebagai media refleksi sosial yang kuat dan mampu menyampaikan pesan secara artistik dan mendalam. (Tio)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait