JAKARTA, RADARMETRO.DISWAY.ID - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai mematangkan kesiapan Satuan Operasi (Satops) Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Satuan pelaksana ini dibentuk khusus untuk mengawal fase puncak haji dan memastikan keselamatan serta kenyamanan jemaah haji Indonesia selama di tanah suci.
Hal tersebut disampaikan oleh Letkol Inf Surnadi di hadapan 1.685 peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Dalam arahannya, Selasa, 27 Januari 2026, ia menegaskan bahwa Satops Armuzna memegang peranan vital dalam mengendalikan pergerakan jemaah dan memberikan pelayanan terpadu.
BACA JUGA:Diusia 62 Tahun, Tak Surutkan Semangat Presiden PKS Bermain Sepakbola Sebagai Hobinya
"Satuan Operasi Armuzna memiliki tugas pokok membantu, melayani, dan mengoordinasikan penyiapan serta pengendalian pergerakan jemaah haji Indonesia beserta petugasnya. Kami fokus pada pelayanan umum, kesehatan, dan bimbingan ibadah," ujar Letkol Inf Surnadi.
Operasi ini memiliki lima sasaran utama, yakni terlayaninya kegiatan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina serta mobilitas di Jamarat, hingga rangkaian haji di Makkah dan Madinah.
Selain itu, Satops Armuzna bertujuan meningkatkan kesiapan petugas dalam menghadapi situasi darurat dan menguji prosedur sistem yang akan digunakan di lapangan.
Dalam skema pelaksanaannya, operasi ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 7 hingga 13 Zulhijjah 1447 H/2026 M, yang mencakup wilayah Mekkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
BACA JUGA:23 Anggota Marinir Jadi Korban Longsor Cisarua, KASAL: Empat Anggota Ditemukan MD
Struktur organisasinya, melibatkan tiga Satuan Tugas (Satgas) utama, yaitu Satgas Arafah, Satgas Muzdalifah, dan Satgas Mina.
Satgas Arafah akan diisi oleh petugas PPIH dari Daerah Kerja (Daker) Bandara, Satgas Muzdalifah oleh petugas Daker Mekkah, dan Satgas Mina oleh petugas Daker Madinah.
"Fokus utama kita adalah memberikan pelayanan umum, kesehatan, dan bimbingan ibadah secara terintegrasi di setiap titik pergerakan jemaah," ungkapnya.
Pada 9 Dzulhijjah, saat jemaah melaksanakan wukuf, petugas Satgas Muzdalifah dan Mina sudah mulai bergerak menuju pos masing-masing sejak pukul 14.00 WAS untuk menyiapkan penyambutan jemaah yang akan mabit.
BACA JUGA:Kendati Belum Launching, RSUD Ratu Tara Mesuji Siap Layani Masyarakat