Sementara itu, Ketua PERNEFRI (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) Lampung, dr. Lukman Pura, yang juga ikut dalam tim verifikasi bersama Kemenkes, menilai pembukaan pelayanan hemodialisis di RSUD Tubaba sangat strategis. Ia menyebut kebutuhan layanan cuci darah terus meningkat seiring perubahan pola hidup dan konsumsi obat-obatan masyarakat.
“Dengan hadirnya layanan ini, masyarakat di daerah pelosok tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di kota besar, sehingga tentunya kami sangat mendorong segera beroperasinya layanan hemodialisis RSUD Tubaba ini” Imbuhnya. (Dirman)