“Pembelajaran tidak boleh berhenti pada teori. Integritas harus menjadi praktik yang hidup dalam keseharian sivitas akademika,” jelasnya.
BACA JUGA:Respons Cepat Pascabanjir, Bupati Pringsewu Turun Langsung Tangani Drainase Tersumbat
Sepanjang 2025, penguatan kapasitas juga dilakukan di sejumlah institusi pendidikan kedinasan sebagai bagian dari investasi jangka panjang membangun sumber daya manusia berintegritas.
Lebih lanjut, Ibnu mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan momentum refleksi, termasuk di bulan Ramadhan, sebagai ruang memperkuat komitmen pribadi dan kolektif terhadap nilai kejujuran serta tanggung jawab.
“Perubahan tidak akan terjadi tanpa komitmen dari setiap individu untuk memperbaiki diri dan sistem di sekitarnya. Kampus harus menjadi pelopor budaya integritas,” pungkasnya. (Faqih).