Menurutnya, biaya perjalanan sering kali menjadi kendala bagi mahasiswa maupun pekerja yang merantau.
“Biasanya harus menabung dulu untuk biaya pulang kampung. Dengan adanya program mudik gratis seperti ini tentu sangat membantu,” kata Fauzi.
Ia juga menilai proses pendaftaran program HS Mudik tergolong mudah dan tidak berbelit. Bahkan bagi 20 pendaftar pertama, panitia tidak menetapkan persyaratan khusus.
“Untuk 20 orang pertama tidak ada syarat apa pun. Setelah itu baru ada ketentuan membawa lima bungkus rokok HS. Jadi prosesnya cukup sederhana,” jelasnya.
Fauzi berharap program mudik gratis tersebut dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan jumlah peserta yang lebih banyak serta rute perjalanan yang semakin luas.
“Semoga ke depan program ini bisa rutin diadakan dan kuotanya ditambah, supaya lebih banyak perantau yang terbantu untuk pulang kampung,” ucapnya. (Faqih).