Masa kecil Ihsan bukan masa kecil yang ringan.
Di sekitar Masjid Agung Palembang, ia pernah duduk kecil dengan kotak semir di tangan. Mengilapkan sepatu orang-orang yang berjalan cepat mengejar urusan mereka, tanpa pernah tahu bahwa anak kecil di hadapan mereka sedang berjuang menulis masa depannya sendiri.
Ia juga menjajakan es bungkus dari sekolah ke warung-warung. Ketika hujan turun dan dagangannya kembali tak laku, ia pulang dengan langkah yang lebih pelan.
Tapi tidak pernah berhenti.
Di situlah ia belajar sesuatu yang tidak diajarkan di buku: bahwa hidup tidak selalu memberi hasil, tetapi selalu memberi arah.
Saat SMP, ia berjalan kaki. Kadang bersepeda. Sementara yang lain melaju dengan kendaraan.
Ia tidak pernah memprotes jalan hidupnya. Ia memilih menjalaninya dengan penuh kesadaran, menikmati, mensyukuri setiap langkah, dan terus bergerak maju.
Dalam diam, ia menyimpan satu keyakinan yang tak pernah ia ucapkan dengan lantang: bahwa hidup ini harus berubah.
Namun ujian itu sesungguhnya datang saat kuliah, Ada masa ketika ia hampir tidak punya apa-apa. Tidak cukup uang. Tidak cukup tempat.
Ia tidur di ruang marbot masjid. Beralaskan lantai. Berselimut lelah, Dan di malam-malam panjang itu, ia tidak hanya memejamkan mata.
Kala itu Ia berdoa, di lantai dingin itu, ia menggantungkan semua harapannya kepada Allah. Ia mengingat pesan ibunya, tentang shalat, tentang sabar, tentang tidak menyerah.
Di situlah, dalam kesunyian yang tidak terlihat orang lain, kekuatan itu tumbuh.
Pelan… tapi pasti.
Langkahnya kemudian menemukan jalan.
Beasiswa demi beasiswa datang, dari Pemda DKI Jakarta, Baznas, hingga Kementerian. Ia menyelesaikan S1 dalam 3,5 tahun dengan cumlaude. S2 di Universitas Kebangsaan Malaysia hanya dalam 3 semester. S3 bahkan ditempuh dalam 2 tahun, kembali dengan cumlaude.
Namun angka-angka itu tidak pernah menceritakan semuanya, Ada satu fase ketika ia tidak mendapatkan cumlaude. Bukan karena ia tidak mampu, tetapi karena waktunya habis untuk mengajar Al-Qur’an dari rumah ke rumah, dan di Sekolah Integrasi Kaffah Malaysia.