RADARMETRO.DISWAY.ID -- Hasil survei mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi perhatian Partai Gerindra. Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan temuan tersebut akan dipelajari dan dijadikan salah satu bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program pemerintah.
Dasco menjelaskan, pihaknya telah mencermati hasil survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melalui publikasi di media massa. Namun, menurutnya, Gerindra masih melakukan kajian lebih lanjut sebelum menarik kesimpulan.
"Ada beberapa survei SMRC, tentunya kami juga sedang mempelajari dan juga kami kaji," ujar Dasco, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Wakil Ketua DPR RI itu, survei merupakan salah satu instrumen penting untuk membaca respons masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Karena itu, setiap hasil survei perlu diperlakukan sebagai masukan yang dapat membantu memperbaiki kinerja pemerintah ke depan.
BACA JUGA:Yogyakarta Jadi Pilot Project Nasional, Anak Laki-laki Mulai Terima Vaksin HPV Gratis Agustus 2026
Lebih jauh, Dasco menegaskan, berbagai hasil survei nantinya akan dikompilasi agar diperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi di masyarakat.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan respons apabila hasil kajian tersebut memang menggambarkan persoalan yang sedang dirasakan publik.
"Kalau memang hasil kajiannya sesuai dengan kondisi yang terjadi saat ini, tentu itu menjadi bahan evaluasi," katanya.
Menurut Dasco, evaluasi merupakan langkah yang wajar dilakukan selama temuan survei memiliki kesesuaian dengan realitas di lapangan. Dengan begitu, pemerintah dapat mengambil langkah perbaikan terhadap sektor-sektor yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
BACA JUGA:19 Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Ditetapkan, 16 Ditahan
Survei SMRC Catat Penurunan Kepercayaan Publik
Diketahui sebelumnya, SMRC merilis hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berada di angka 51,1 persen.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menyebut persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional menjadi faktor yang paling memengaruhi turunnya tingkat kepuasan terhadap pemerintah.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang merasa kondisi ekonomi memburuk sehingga berdampak pada penilaian terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan.
Dalam survei tersebut, sebanyak 49,4 persen responden menilai kondisi ekonomi Indonesia berada dalam kategori buruk atau sangat buruk. Sementara itu, hanya 15,7 persen responden yang menganggap kondisi ekonomi saat ini baik.
Angka tersebut menunjukkan perubahan dibandingkan survei pada November 2025. Saat itu, sekitar 40 persen responden masih menilai kondisi ekonomi nasional berada dalam kategori baik.