"Semoga ini bisa menambah semangat para petani supaya harga-harga mereka akan terkoreksi," ungkapnya.
Setelah kompetisi, biji kopi para pemenang juga akan ditawarkan dalam agenda lelang yang menjadi bagian dari rangkaian penutupan Jogja Coffee Week 2026.
Lelang Kopi Digelar Secara Hybrid
Lelang kopi dijadwalkan berlangsung pada Minggu (6/9/2026) dengan konsep hybrid, yakni dapat diikuti secara online maupun offline.
Peserta yang hadir langsung di lokasi memiliki kesempatan untuk mencicipi kopi sebelum mengikuti proses lelang.
Menurut Rahadi, mekanisme tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik lelang sekaligus memberikan kesempatan kepada calon pembeli untuk mengetahui kualitas kopi secara langsung.
Ia mengungkapkan, lelang pada penyelenggaraan tahun sebelumnya mampu meningkatkan harga kopi hingga lima kali lipat.
"Tahun lalu kita sudah adakan lelang, harganya bisa lipat lima kali. Semoga besok juga akan lebih dari itu," kata Rahadi.
Kadin DIY Apresiasi Perkembangan Jogja Coffee Week
Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi, turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Jogja Coffee Week yang dinilai terus berkembang sejak pertama kali digelar.
Menurutnya, perkembangan industri kopi tidak hanya terlihat dari semakin beragamnya jenis dan produk kopi, tetapi juga dari pertumbuhan kedai kopi, barista, pelaku usaha, hingga berbagai profesi yang berkaitan dengan industri tersebut.
"Perkembangannya sudah luar biasa. Kopinya semakin macam-macam," ujar GKR Mangkubumi.
Ia menilai Jogja Coffee Week memiliki peran lebih luas dibandingkan sekadar pameran. Event tersebut juga menjadi ruang edukasi dan pengembangan sumber daya manusia di industri kopi.
"Pameran kopi ini tidak hanya pameran semata, tapi juga edukasi, menciptakan barista-barista yang baru. Tapi tentunya juga diiringi dengan kualitas kopi," katanya.
GKR Mangkubumi menambahkan, pertumbuhan industri kopi juga menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang perlu terus didukung.
BACA JUGA:Ketua Bhayangkari Lampung Kunker ke Mesuji, Perkuat Sinergi dan Silaturahmi
Sementara itu, Rahadi menyebut antusiasme masyarakat terhadap Jogja Coffee Week 2026 sudah terlihat sejak hari pertama penyelenggaraan.
"Karena di hari pertama sudah sangat ramai. Jadi hari kedua, ketiga juga pastinya akan lebih ramai lagi," ucapnya.