Dampak Abu Vulkanik, Damkarmat Keliling Semprot Fasum di Metro

Sabtu 12-09-2026,11:40 WIB
Reporter : APL-01
Editor : APL-01

METRO, RADARMETRO.DISWAY.ID – Dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang dirasakan masyarakat Kota Metro mendapat respons cepat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota setempat. Petugas dikerahkan untuk membantu membersihkan fasilitas umum (fasum) yang terdampak, sebagai bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Dinas Damkarmat Kota Metro, Wilastri, menyampaikan bahwa pihaknya telah sejak lima hari terakhir berkeliling melakukan penyemprotan di sejumlah sekolah, fasilitas umum, jalan raya serta pusat-pusat keramaian yang terdampak abu vulkanik GAK.

Menurut Wilastri, penyemprotan dilakukan sebagai langkah nyata untuk membantu mengurangi tumpukan abu yang menempel di berbagai permukaan, khususnya pada area yang banyak digunakan masyarakat. Petugas bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Sudah lima hari kami berkeliling melakukan penyemprotan, terutama di sekolah-sekolah, fasilitas umum, jalan raya dan beberapa tempat yang menjadi pusat keramaian masyarakat yang terdampak abu vulkanik,” kata Wilastri kepada awak media, Sabtu (12/9/2026). 

BACA JUGA:Dukung UMKM, Wakil Wali Kota Borong Jajanan di MCF

Langkah tersebut menjadi penting mengingat abu vulkanik bukan sekadar persoalan lingkungan yang membuat permukaan menjadi kotor. Partikel abu yang sangat halus dapat mengganggu kenyamanan, berpotensi mengiritasi mata dan saluran pernapasan, sehingga masyarakat perlu mengurangi paparan langsung dan menggunakan perlindungan yang sesuai ketika beraktivitas di luar ruangan.

Erupsi GAK pada awal September 2026 memang memberikan dampak cukup luas. Abu vulkanik dilaporkan menyebar hingga sejumlah wilayah di Sumatera dan Jawa. Kondisi tersebut bahkan sempat mengganggu aktivitas penerbangan dan menyebabkan ribuan penerbangan terdampak, menunjukkan bahwa abu vulkanik dapat memberikan konsekuensi lintas wilayah.

Di tengah kondisi tersebut, keberadaan petugas Damkarmat tidak hanya berkaitan dengan tugas pemadaman kebakaran. Wilastri menjelaskan, Damkarmat juga memiliki tugas dalam penyelamatan dan penanganan berbagai kondisi kedaruratan yang membutuhkan respons cepat di tengah masyarakat.

“Pemadam kebakaran bukan hanya bertugas ketika terjadi kebakaran. Kami juga menangani berbagai laporan penyelamatan masyarakat, termasuk evakuasi dan kejadian-kejadian lain yang membutuhkan bantuan petugas,” jelasnya.

Menurutnya, prinsip utama dalam setiap penanganan adalah memberikan pelayanan secepat mungkin sesuai kondisi di lapangan. Karena itu, personel Damkarmat dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis pemadaman, tetapi juga keterampilan penyelamatan, evakuasi serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai bentuk keadaan darurat.

BACA JUGA:Dishub Kota Yogyakarta Gerak Cepat Atasi Kekeringan Gunungkidul, Siapkan 25 Tangki Air Bersih

"Damkarmat Kota Metro akan terus merespon semua permintaan dari pihak sekolah dan fasum, tapi yang kita utamakan yang di pinggir jalan utama. Kegiatan ini terus kami laksanakan karena masih banyak sekolah dan fasum yang belum terlayani," pungkasnya. 

Gerak cepat Damkarmat Metro membersihkan fasilitas publik juga menjadi contoh bahwa penanganan bencana tidak selalu harus menunggu persoalan menjadi besar. Respons sederhana seperti penyemprotan dan pembersihan abu dapat memberikan manfaat langsung bagi warga, terutama anak-anak sekolah, pedagang, pekerja, serta masyarakat yang setiap hari menggunakan fasilitas umum.

Sejumlah warga mengapresiasi langkah yang dilakukan petugas Damkarmat. Mereka menilai kehadiran petugas di tengah masyarakat memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah daerah hadir ketika warga menghadapi situasi yang tidak biasa.

Kategori :