“Terima kasih kepada Damkarmat yang sudah turun langsung. Abu memang terlihat mengganggu dan membuat tempat-tempat umum kotor. Kalau disemprot dan dibersihkan seperti ini, masyarakat tentu lebih nyaman,” ujar Ramdani salah seorang warga Iringmulyo, Metro Timur.
Bagi masyarakat Metro, aksi tersebut menjadi pengingat bahwa menghadapi dampak abu vulkanik bukan hanya tanggung jawab satu instansi. Pemerintah, petugas, sekolah, pengelola fasilitas umum dan masyarakat perlu bergerak bersama menjaga kebersihan lingkungan sekaligus melindungi kesehatan. Di sisi lain, kewaspadaan juga perlu tetap dijaga karena aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian dan masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi kebencanaan.
Apa yang dilakukan Damkarmat Kota Metro akhirnya bukan sekadar aktivitas menyemprot jalan, halaman sekolah atau fasilitas publik. Lebih dari itu, langkah tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan publik memiliki arti ketika aparatur hadir langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Di tengah ancaman alam yang tidak selalu bisa diprediksi, kecepatan respons, kepedulian dan gotong royong menjadi kekuatan penting untuk menjaga Kota Metro tetap aman, bersih dan nyaman bagi seluruh warganya. (Red)