Tidak semua pekerjaan yang bermanfaat harus terlihat besar. Seorang guru dapat memberikan pengaruh penting bagi masa depan muridnya tanpa pernah memperoleh penghargaan. Seorang tenaga kesehatan mungkin berhasil mencegah penyakit sebelum berkembang menjadi keadaan yang lebih serius. Begitu pula, aparatur negara dapat memberikan manfaat melalui persoalan yang berhasil dicegah sebelum menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Dalam pekerjaan intelijen, keberhasilan juga tidak selalu ditandai oleh terungkapnya suatu peristiwa besar.
Terkadang, informasi yang tepat dapat membantu mencegah kesalahan pengambilan keputusan. Peringatan dini yang disampaikan secara bertanggung jawab dapat membantu mengurangi risiko. Sementara itu, penjelasan yang objektif dapat mencegah berkembangnya prasangka atau keresahan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Namun, seluruh pekerjaan tersebut hanya memiliki nilai apabila dijalankan sesuai hukum dan ditujukan bagi kepentingan masyarakat.
Pengetahuan tidak seharusnya digunakan untuk merendahkan orang lain. Kerahasiaan tidak boleh dijadikan alasan untuk menghindari tanggung jawab. Begitu pula, kewenangan bukanlah sarana untuk menunjukkan siapa yang paling berkuasa.
Saya kira, di sinilah pelajaran Bima menemukan relevansinya dengan kehidupan kita sekarang.
Dalam perjalanannya, Bima berhadapan dengan sesuatu yang tidak dapat diselesaikan hanya melalui kekuatan. Ia harus belajar, mendengarkan, dan memahami bahwa ada hal-hal yang lebih besar daripada dirinya sendiri.
Kita pun demikian.
Dalam kehidupan bermasyarakat, kita tidak selalu harus menjadi orang pertama yang memberikan komentar. Tidak perlu menjadi orang yang paling cepat menyampaikan kesimpulan. Kita juga tidak harus merasa paling benar hanya karena memiliki informasi yang belum diketahui orang lain.
Ada kalanya mendengarkan lebih bermanfaat daripada berbicara. Bertanya lebih baik daripada menuduh. Mengakui bahwa kita belum mengetahui sesuatu secara utuh juga dapat menjadi sikap yang lebih bertanggung jawab daripada memberikan jawaban tanpa dasar yang cukup.
Bagi masyarakat, kebiasaan semacam ini dapat membantu membangun ruang percakapan yang lebih sehat. Bagi pemerintah, sikap terbuka terhadap informasi dan koreksi dapat memperkuat kualitas pelayanan publik. Sementara itu, bagi aparat penegak hukum, kehati-hatian dalam memahami informasi merupakan bagian penting dari upaya menjaga keadilan dan kepercayaan masyarakat.
Saya tidak memandang perjalanan Bima sebagai kisah tentang bagaimana seseorang menjadi paling kuat atau paling mengetahui. Justru sebaliknya, kisah tersebut mengajak kita merenungkan bahwa sehebat apa pun manusia, ia tetap memiliki keterbatasan dan membutuhkan kebijaksanaan.
Bima mengajarkan keberanian untuk mencari. Dewa Ruci mengingatkan pentingnya memahami. Adapun kehidupan sehari-hari memberikan kesempatan kepada kita untuk mempraktikkan keduanya.
Barangkali kita tidak akan selalu menemukan seluruh jawaban atas persoalan yang dihadapi. Namun, setidaknya kita dapat terus berusaha agar pengetahuan yang dimiliki tidak membuat kita semakin mudah menghakimi, semakin sulit menerima perbedaan, atau semakin merasa lebih tinggi daripada orang lain.
Sebab, pengetahuan yang bermanfaat bukan hanya membuat kita semakin memahami keadaan, melainkan juga semakin berhati-hati dalam memperlakukan sesama.
Pada akhirnya, salah satu pelajaran yang dapat dipetik dari perjalanan Bima adalah bahwa sebelum berusaha memahami segala sesuatu di luar diri kita, ada baiknya kita juga terus belajar mengenali keterbatasan diri sendiri.