Sekitar pukul 18.00 WIB, kami tiba di kawasan pelabuhan. Kali ini kami memilih Dermaga Eksekutif atau layanan Ferry Express.
Tiket penyeberangan sudah kami beli secara daring sebelumnya. Tinggal memindai kode batang atau barcode tiket, lalu mengikuti arahan petugas untuk masuk ke area kapal.
Harga tiket mobil golongan IV beserta penumpang yang kami bayarkan saat itu sekitar Rp644.000.
Tentu saja, ada harga ada layanan, Gaes!
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan biasanya kita memilih layanan eksekutif antara lain:
● Tiket bisa dibeli secara daring lebih awal sehingga perjalanan lebih mudah direncanakan.
● Layanan kapal menawarkan pilihan ruang penumpang yang relatif lebih nyaman.
● Waktu penyeberangan relatif singkat, sekitar satu jam.
● Selisih harga dengan layanan reguler relatif rasional, sehingga kenyamanan tambahan cukup layak dipertimbangkan.
Setelah menyelesaikan proses masuk, si putih diarahkan ke bagian atas kapal bersama kendaraan lainnya.
Dan kapal yang kami tumpangi malam itu adalah KMP Batu Mandi.
Kapal ini memiliki pilihan ruang penumpang yang lebih nyaman, termasuk VIP Lounge. Kami pun memutuskan membayar biaya tambahan sekitar Rp60.000 per orang untuk menikmati fasilitas tersebut.
Di dalam lounge tersedia pendingin ruangan, sofa, serta kopi atau teh dan makanan ringan. Lumayanlah untuk bersantai sambil menunggu kapal bergerak menuju Merak.
Sambil duduk menikmati suasana, pikiran saya melayang ke masa kuliah pada era 1980-an. Dulu, ketika hendak ke Bandung, saya pernah menyeberang menggunakan kapal bernama N*** I****. Hehehe, ada yang masih ingat?
Maklum, zaman itu tarif penyeberangan masih sangat murah jika dibandingkan dengan sekarang. Tiket sekali jalan konon hanya sekitar seribuan rupiah.
Wah, kalau membandingkan harga zaman mahasiswa dengan sekarang, rasanya ingin kembali muda saja!