Dalam survei terakhir yang dilakukan oleh Radar, elektabilitas Ardito-Koheri berada di angka 40 persenan.
Di hasil akhir, ternyata mampu melibas dan rebound ke angka 63 persenan.
Artinya ada lonjakan mencapai 23 persenan yang bisa disebut sebagai silent majority.
Hal itu dibuktikan dengan banyaknya laporan masuk ke Radar Metro, ucapan permintaan maaf bahwa tidak bisa memilih Musa-Ahsan sesuai instruksi partai.
BACA JUGA:Warga Yukumjaya Potong Kambing, Wujud Syukur Ardito Jadi Bupati Terpilih
"Jadi fenomena ini terjadi. Setelah selesai pemilihan, ternyata baru mereka mau terbuka kepada kita. Mereka kader x, pemilih setiap aleg x, tapi mencoblos Ardito-Koheri yang berlawanan secara hirarki dukungan partai. Dan mereka baru berani jujur, setelah selesai pemilihan," ujar Hermansyah Albantani, Pemimpin Redaksi radarmetro.disway.id.
Hermansyah menambahkan, ini merupakan bentuk sesungguhnya bahwa demokrasi adalah kedaulatan tertingginya beradacdi tangan rakyat.