Warning Dunia Pendidikan, Siswi Mabuk Digerebek Diduga LGBT

Warning Dunia Pendidikan, Siswi Mabuk Digerebek Diduga LGBT

--

‎RADARMETRO.DISWAY.ID - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol - PP) Kota Metro menggerebek kos-kosan di Jalan Al Muttaqin, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, pada Kamis 16 April 2026 sore.

‎Hasilnya, tujuh remaja putri kedapatan tengah pesta minuman-minuman beralkohol jenis Altas dan Anggur Merah.

‎Kepala Bidang (Kabid) Penegak Perda Satpol-PP Kota Metro Yoseph Nenotaek mengatakan bahwa ketujuh remaja tersebut digerebek tengah berpesta minuman keras.

‎“Menindaklanjuti laporan masyarakat dari RT 06 / RW 02 melaporkan bahwa ada sekumpulan remaja melakukan aktivitas yang meresahkan masyarakat. Setelah kami bergerak ternyata didapati tujuh orang remaja putri,” ujar Yoseph kepada awak media pada Kamis 16 April 2026 malam.

BACA JUGA:Wabup Dampingi KONI Pusat Survei Venue Olahraga Dayung dan Ski Air PON 2032 di Pringsewu

‎Dari lokasi, petugas menemukan barang bukti berupa sebelas botol minuman beralkohol yang telah kosong dengan jenis Altas, Kawa Kawa, Anggur Merah, dan Anggur Hijau.

‎Terhadap tujuh remaja ini, petugas Satpol PP Kota Metro melakukan pembinaan dan dijemput oleh orangtua masing masing di aula Kelurahan Mulyojati.

‎Miris dan prihatin, tiga dari tujuh remaja ini di antaranya remaja putri diduga terlibat memiliki hubungan LGBT atau suka sesama jenis.

‎“Ada yang lebih menariknya lagi, ada tiga orang. Sesuai dengan pengakuan tiga orang ini, ini memiliki hubungan LGBT atau suka sesama jenis. Ini korbannya anak SMP dan anak SMA. Ketiga orang ini, satu warga Metro dan dua warga luar Metro,” ungkapnya.

BACA JUGA:Dinyatakan Lengkap, Berkas Perkara Pencurian Sapi di Pringsewu Dilimpahkan ke Kejaksaan

‎Sementara itu, Ketua RW 02 Kelurahan Mulyojati, Agus Prestyo, membenarkan adanya laporan warga terkait aktivitas tersebut. 

Ia menyebut informasi awal diterima melalui grup komunikasi pamong setempat, bahkan disertai rekaman video aktivitas para remaja.

‎“Laporan masuk dari warga melalui grup pamong, lalu segera ditindaklanjuti oleh Satpol PP,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: