Pers, Negara dan Janji yang Kerap Terlupa
Ali Imron Muslim, Ketua SMSI Kota Metro--Ist
Kini, siapa pun dapat memproduksi “berita” hanya dengan memasukkan kata kunci ke aplikasi AI. Tanpa verifikasi, tanpa konfirmasi, tanpa empati pada dampak sosialnya. Pers semacam ini tumbuh cepat, riuh, namun rapuh dan sering kali menyesatkan.
Akibatnya terasa langsung, disinformasi dan hoaks menyebar lebih cepat dari klarifikasi. Kepercayaan publik pada pers ikut tergerus, dan jurnalis profesional di daerah harus bekerja dua kali lebih keras untuk menjelaskan kebenaran.
Indonesia tidak membutuhkan pers yang lahir dari kepentingan politik sesaat atau kelompok tertentu. Dari daerah, kami tahu betul dampaknya, mulai dari konflik sosial, kebijakan yang bias, dan publik yang terbelah.
Yang dibutuhkan adalah pers yang sehat, independen, akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik. Pers semacam ini hanya bisa tumbuh jika seluruh ekosistemnya saling menjaga. Jurnalis menjaga integritas dan Organisasi pers menjaga etik. Perusahaan pers melindungi pekerjanya dan Dewan Pers menegakkan marwah profesi. Yang lebih penting adalah kehadiran negara dalam memberikan jaminan perlindungan yang nyata, bukan simbolik.
Tidak boleh ada lagi intimidasi, tidak boleh ada lagi kekerasan dan tidak boleh ada lagi kriminalisasi terhadap pers yang bekerja profesional. Setiap tekanan terhadap pers adalah tekanan terhadap hak publik untuk tahu.
Bagi kami di daerah, Hari Pers Nasional 2026 adalah ajakan untuk bertahan dan berbenah. Untuk terus bekerja dalam senyap, meski sering tak terlihat. Untuk saling menjaga di tengah tekanan, dan saling mengingatkan agar tidak tergelincir dari etika.
Di tengah derasnya arus informasi, pers profesional adalah benteng terakhir akal sehat publik. Jika pers runtuh, yang tersisa hanyalah kebisingan tanpa kebenaran. Selamat Hari Pers Nasional 2026. Dari ruang-ruang redaksi kecil di daerah, kami berkomitmen menjaga kebenaran, melawan disinformasi, dan mencerdaskan anak bangsa. (Red)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: