Kisah Ramadhan dan Berburu Takjil di Singapura
Menjalani Ramadhan di negeri orang selalu menghadirkan cerita tersendiri.--Ist
Beberapa kali saya dan istri tercinta, Yulia, berbuka di Geylang atau Bedok. Kami berangkat sekitar pukul empat sore, menyusuri bazar, mencicipi berbagai hidangan—mulai dari masakan India, nasi lemak, hingga es durian. Seperti di Indonesia, tersedia pula cendol, cincau, dan timun suri. Harga memang sedikit lebih tinggi dibandingkan di tanah air, tetapi kehangatan suasana Ramadhan terasa sama: penuh kebersamaan dan kebahagiaan.
Ramadhan, di mana pun dijalani, selalu menghadirkan makna yang sama: mempererat silaturahmi, menumbuhkan empati, dan menguatkan iman. Berpuasa di negeri orang justru membuat kita semakin merasakan universalitas Islam—bahwa ukhuwah melampaui batas negara.
Selamat menunaikan ibadah Ramadhan 1447 H. Semoga kita senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan untuk menyempurnakan ibadah di bulan penuh berkah ini.
Nantikan kisah berikutnya: pengalaman puasa di Malaysia, Jepang, dan Australia.
Tabik puuun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: