BNPB Melalui Program IDRIP mulai Sosialisasi untuk Menguatkan Ketangguhan Masyarakat di Provinsi Lampung

BNPB Melalui Program IDRIP mulai Sosialisasi untuk Menguatkan Ketangguhan Masyarakat di Provinsi Lampung

Foto: BNPB Melalui Program IDRIP mulai Sosialisasi untuk Menguatkan Ketangguhan Masyarakat di Provinsi Lampung-(Istimewa)-

RADARMETRO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersinergi dengan The World Bank, dengan dukungan dari PT. Miskat Alam Konsultan, telah resmi meluncurkan Program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP). 

Program ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan ketangguhan masyarakat di Desa dan Kelurahan di Kota Bandar Lampung, dan di Kabupaten Lampung Selatan.

Salah satu lokasi unggulan dalam pelaksanaan program ini adalah Kelurahan Bumi Waras. Pemilihan kelurahan ini didasarkan pada kedekatannya dengan pesisir pantai, yang merupakan zona rawan bencana, terutama ancaman tsunami.

Program ini, yang dikenal dengan nama Destana (Desa Tangguh Bencana), menekankan prinsip kemandirian dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Program Destana memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi potensi ancaman di sekitar wilayahnya serta menggalang sumber daya dan kekuatan masyarakat dalam upaya aktif mengurangi risiko bencana. Salah satu tantangan signifikan yang dihadapi di Kelurahan Bumi Waras adalah masih adanya penduduk yang tinggal di wilayah pesisir laut.

BACA JUGA:BNPB Perkuat Ketangguhan Masyarakat Kota Bandar Lampung melalui Program IDRIP

Dalam rangka pelaksanaan Destana, dilakukan Penilaian Ketangguhan Desa untuk mengevaluasi sejauh mana Kelurahan Bumi Waras mencapai tingkat ketangguhan, baik sebagai tangguh utama, tangguh madya, atau tangguh pratama. 

Hasil penilaian ini akan menjadi landasan untuk menentukan langkah-langkah perbaikan yang perlu diambil guna meningkatkan ketangguhan Kelurahan Bumi Waras.

Kelurahan Bumi Waras yang dihuni oleh sekitar 14 ribu penduduknya, dengan kerapatan populasi yang tinggi, memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam program Destana. 

Hal ini menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan program dan menjadikannya berkelanjutan.

Selain pelaksanaan program di Kelurahan Bumi Waras, hari ini juga menjadi momentum penting dengan diselenggarakannya Sosialisasi Desa Tarahan mengenai Desa Tangguh Bencana. 

Acara ini berhasil menghimpun 35 peserta dari 10 dusun di Desa Tarahan, dengan partisipasi perempuan mencapai 52%. Kepala Desa Tarahan, Bapak Hairul, memberikan dukungan penuh terhadap program Destana dan berharap Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB) yang akan dibentuk akan menjadi entitas yang kuat dan aktif dalam upaya pencegahan bencana.

Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai tahapan kegiatan Destana oleh Bapak Sahbudin (Fasda), serta pemahaman mendalam mengenai peran gender dan perempuan dalam setiap rangkaian kegiatan Destana yang disampaikan oleh Ibu Inas (Fasda). 

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif, dan ditutup dengan penandatanganan berita acara yang memuat kesepakatan terkait langkah-langkah selanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: