PRINGSEWU, RADARMETRO.DISWAY.ID — Pasca banjir yang melanda pusat Kota Pringsewu beberapa waktu lalu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas bergerak cepat dengan menerjunkan alat berat dan truk pengangkut sampah guna membersihkan saluran drainase yang mengalami penyumbatan dan pendangkalan.
Pada Sabtu (28/2/2026) pagi, Bupati Riyanto didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pringsewu H. Amat Saefudin turun langsung ke lokasi di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di sekitar Simpang Empat Lampu Merah Pringsewu.
Lokasi tersebut diduga menjadi salah satu titik penyebab tersumbatnya aliran drainase akibat penumpukan sampah dan sedimentasi.
Selain meninjau titik utama, bupati juga menyisir sejumlah saluran drainase di kawasan yang kerap terdampak banjir saat hujan deras. Dari hasil penelusuran, ditemukan beberapa drainase tersumbat sampah rumah tangga serta mengalami pendangkalan.
BACA JUGA:Daop 6 Yogyakarta dan BNNP DIY Perkuat Sinergi Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Kerja
Riyanto menjelaskan, kawasan tersebut sebelumnya jarang mengalami banjir meski diguyur hujan lebat. Biasanya genangan air hanya setinggi lutut orang dewasa dan cepat surut.
“Namun karena banyak drainase yang tersumbat dan aliran air tidak lancar, hujan deras beberapa waktu lalu menyebabkan air meluap hingga setinggi pinggang orang dewasa, mulai dari Simpang Empat Lampu Merah hingga depan BRI Unit Pringsewu,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat banjir terjadi dirinya bersama tim langsung turun ke lapangan untuk meninjau penyebab utama genangan air tersebut.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu juga telah menugaskan dinas terkait melakukan identifikasi serta pendataan terhadap titik-titik drainase bermasalah.
BACA JUGA:Ruzan & Vita Tampil di Simak Sahur, Hadirkan Konsep Silent Gigs di Yogyakarta
Dari hasil pengecekan, ditemukan beberapa saluran yang tertutup bangunan serta mengalami pendangkalan sehingga kapasitas tampung air berkurang.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah menerjunkan alat berat guna mengangkat penutup drainase berbahan beton sekaligus melakukan pengerukan sedimen.
“Pekerjaan ini tidak mungkin dilakukan hanya dengan tenaga manusia, sehingga kami turunkan alat berat agar penanganannya lebih maksimal,” kata Riyanto.
Ia optimistis setelah proses pembersihan dan pengerukan selesai, aliran air akan kembali lancar meskipun terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
BACA JUGA:Silaturahmi dan Serap Aspirasi, Plt. Bupati Serta Plt. Ketua TP PKK Lamteng Gelar Safari Ramadhan