Bima dan Seni Tidak Merasa Paling Tahu
Dr. Alfa Dera, S.H., M.H., M.M., Kepala Seksi Ideologi, Politik, Pertahanan, dan Keamanan pada Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta--Ist
Bima mengajarkan keberanian untuk mencari. Dewa Ruci mengingatkan pentingnya memahami. Adapun kehidupan sehari-hari memberikan kesempatan kepada kita untuk mempraktikkan keduanya.
Barangkali kita tidak akan selalu menemukan seluruh jawaban atas persoalan yang dihadapi. Namun, setidaknya kita dapat terus berusaha agar pengetahuan yang dimiliki tidak membuat kita semakin mudah menghakimi, semakin sulit menerima perbedaan, atau semakin merasa lebih tinggi daripada orang lain.
Sebab, pengetahuan yang bermanfaat bukan hanya membuat kita semakin memahami keadaan, melainkan juga semakin berhati-hati dalam memperlakukan sesama.
Pada akhirnya, salah satu pelajaran yang dapat dipetik dari perjalanan Bima adalah bahwa sebelum berusaha memahami segala sesuatu di luar diri kita, ada baiknya kita juga terus belajar mengenali keterbatasan diri sendiri.
Mengetahui banyak hal belum tentu menjadikan seseorang bijaksana. Sebaliknya, kebijaksanaan sering kali dimulai dari kesediaan untuk mengakui bahwa masih banyak hal yang belum kita ketahui.
Mungkin itulah salah satu makna perjalanan Bima yang patut terus kita renungkan, terlebih ketika dunia semakin dipenuhi informasi dan manusia semakin mudah merasa memiliki jawaban atas segala persoalan.
Sebab, pada akhirnya, bukan seberapa banyak yang kita ketahui yang paling menentukan nilai pengetahuan, melainkan seberapa besar manfaatnya bagi orang lain dan seberapa bijak kita menggunakannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: