52 Guru PAUD Tanggamus Diedukasi ”Isi Piring” Murid untuk Turunkan Stunting

Foto: ToT GURU PAUD: Sebanyak 52 guru PAUD perwakilan IGTKI se-Tanggamus ikuti ToT penurunan stunting.-(Istimewa)-
”Stunting dapat dicegah dengan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang anak.
Ini dilakukan setiap bulan atau setiap enam bulan sekali di sekolah PAUD,” kata Asiawati.
Guru PAUD, menuutnya, sangat berperan dalam mencegah terjadinya stunting pada anak.
Seperti pengukuran tinggi badan, bedat badan, lingkar lengan dan kepala juga bisa dilakukan oleh guru PAUD yang sudah diberi pengetahuan oleh bidan bagaimana SOP pengukuran tersebut.
“Intervensi stunting dimulai dari 1.000 HPK, mulai dari terlambat haid sampai anak umur 2 tahun.
BACA JUGA:PWNU Lampung Tegaskan Warga Nahdiyin Bebas Tentukan Pilihan Politik
Pemantauan tumbuh kembang anak juga harus diperhatikan, karena anak harus melewati tiap tahapan tumbuh kembang,” imbuhnya.
Dalam kegiatan itu, para guru PAUD juga melakukan praktik membuat RPPH yang nantinya dilakukan di sekolah masing-masing sebagai salah satu upaya layanan pencegahan stunting di PAUD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: