Pelajar Mandiri Cegah Kekerasan, RPA Lampung Turun ke Sekolah

Pelajar Mandiri Cegah Kekerasan, RPA Lampung Turun ke Sekolah

Foto: Terlihat Ketua RPA Provinsi Lampung Enny Puji Lestari, Kepala SMPN 3 Batanghari, serta pelajar usai kegiatan sosialisasi Buku Saku Pencegahan Tindak Kekerasan Perempuan dan Anak.-(MH Naim)-

RADARMETRO - Rumah Perempuan dan Anak (RPA) bakal menjangkau seluruh sekolah di kabupaten/kota Provinsi Lampung yang dijadwalkan akan berlangsung dari Agustus 2023 dan berakhir pada Desember 2023.

Kegiatan itu bertajuk RPA Lampung Goes To School dengan agenda Sosialisasi Buku Saku Pencegahan Tindak Kekerasan Perempuan dan Anak.

Dengan hadirnya RPA di sekolah-sekolah guna mengedukasi pelajar agar secara mandiri dapat mendeteksi upaya-upaya tindak kekerasan. Sehingga terhindar dari segala bentuk kekerasan di sekolah maupun di lingkungan masyarakat luas.

Untuk pertama kalinya RPA Lampung Goes To School berlangsung di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Batanghari, Lampung Timur, pada Selasa (15/8/2023). Ratusan pelajar antusias mendengarkan paparan tentang buku saku RPA.

Ketua RPA Lampung Enny Puji Lestari dalam sambutannya menerangkan kegiatan tersebut merupakan tindakan lanjut dalam kampanye pencegahan kekerasan di masyarakat, khususnya dalam menegakkan hak dan perlindungan bagi perempuan dan anak.

"kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk terus menyuarakan hak-hak perempuan dan anak dalam hal perlindungan," ujarnya


Foto ²: Pelajar Mandiri Cegah Kekerasan, RPA Lampung Turun ke Sekolah-(MH Naim)-

BACA JUGA:Nikmatnya “Signature Kopi Robusta Lampung” di Kota Berbunga

Melalui buku saku garapan RPA itu, kata Enny, baik perempuan maupun anak akan dengan sendirinya mampu melihat tanda-tanda upaya kekerasan, sehingga mereka akan terbebas dari tindak kekerasan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan sosialisasi buku saku karya RPA akan dilaksanakan untuk menjangkau seluruh sekolah di Provinsi Lampung, di mana SMPN 3 Batanghari menjadi lokasi pertama. Menurutnya di lingkungan sekolah sangat rentan terhadap tindak kekerasan.

"Kegiatan ini merupakan awal sosialisaai pada lingkup pendidikan karena salah satu tempat yang rentan terjadi kekerasan adalah sekolah," ungkapnya.

Kedatangan para pemerhati perempuan dan anak yang tergabung dalam RPA Provinsi Lampung disambut baik oleh Kepala SMPN 3 Batanghari, Lampung Timur, Febrika. Ia berharap para pelajar bisa secara mandiri terhindar dari kekerasan di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

"Kehadiran tim RPA harapannya mampu memberikan edukasi terhadap anak-anak didik agar lebih bisa memahami dan mampu menjaga diri dari upaya kekerasan mungkin sesama temen, dari orang lain, bahkan mungkin di lingkungan rumah," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, sosialisasi dipandu oleh dua narasumber. Sasa Chalim menyampaikan tindakan hukum yang termuat dalam Perda nomor 62 Tahun 2021 tentang Mekanisme Pencegahan, Penanganan dan Reintegrasi Sosial Korban Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: