Warga Menilai Walikota Metro Tidak Mampu Tangani Masalah Jalan Rusak

Warga Menilai Walikota Metro Tidak Mampu Tangani Masalah Jalan Rusak

Foto: Warga Menilai Walikota Metro Tidak Mampu Tangani Masalah Jalan Rusak-(MH Naim)-

RADARMETRO – Usai diberitakan terkait lambatnya pengerjaan jalan rusak di Kota Metro yang dilakukan para kontraktor, warga berbondong-bondong mengirimkan pesan ke tim redaksi.

Mereka ramai-ramai mengomentari lambatnya perbaikan jalan rusak dan menyalahkan Walikota Metro yang dinilai tidak mampu menangani persoalan jalan ini.

Salah satunya Yudho yang merupakan warga 22, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat yang menilai Walikota Metro dinilai tidak mampu menangani persoalan ini.

Pemerintah kayaknya tidak peduli dengan masyarakat sekitar yang jalan di rumahnya terdampak perbaikan. Bukan soal perbaikannya, tapi soal pengerjaan jalan yang lama dan tidak memikirkan dampak warga yang rumahnya dilintasi perbaikan.

Salah satunya berdampak ke pedagang sekitar. Garap perbaikan jalan kelamaan, keburu hujan, para pedagang terpaksa tutup karena tidak ada yang lewat dan debunya luar biasa parah,” ujar pengusaha parfum ini.

Hal senada di sampaikan Supri, warga Metro Utara. Ia mengaku sedih dengan proyek perbaikan jalan di Kota Metro. Salah satunya karena berimbas pada dagangan keluarganya di area 28 yang sudah sebulan ini tutup karena ada perbaikan jalan itu.

BACA JUGA:Warga Menilai Walikota Metro Tidak Mampu Tangani Masalah Jalan Rusak

Ia menilai, lamanya waktu pengerjaan membunuh mata pencaharian warga sekitar perbaikan jalan. Padahal, menurut Supri, keluarganya hanya mengutamakan  pendapatan sehari-hari dari penjualan ayam goreng cepat saji di sepanjang jalan itu.

“Pemerintah harusnya menyadari dan jeli. Apa tidak mikirin warga pedagang kecil yang jualan di pinggir-pinggir jalan itu. Warung kami tutup sudah hampir sebulan ini. Selain karena jalannya dikeruk dan jarang orang lewati, debunya luar biasa. Gak mungkin jualan makanan tapi debunya kemana-mana,” keluhnya.

Ia meminta Pemerintah Kota Metro bertindak dengan kondisi ini. Menurutnya, pengerukan jalan yang dilakukan sepertinya tidak sesuai degan mekanisme transportasi pada umumnya.

“Setahu saya, perbaikan jalan itu dikerjakan setengah-setengah. Setengahnya dikeruk, setengahnya dibiarkan dulu untuk kendaraan melintas.

Jadi tetap bisa dilewati sambil menunggu pengerjaan di sebelahnya kering. Lalu dilanjutkan sebelahnya lagi. Setahu saya seperti itu, karena sering melihat perbaikan jalan dimana-mana.

Bukan seperti ini, dibongkar semua jalannya, tapi tidak lanjut dikerjakan. Selain membahayakan pengendara, juga membahayakan Kesehatan,” sesalnya.

Sementara itu Dwi yang warung sotonya dilintasi perbaikan jalan, mendesak Walikota Metro maupun dinas yang menanganinya yakni Dinas PU, untuk segera melakukan perbaikan lanjutan terhadap jalan itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: