Memasak Kebenaran: Antara Gulai Taboh, Juadah, dan Jemari Digital Kita

Sabtu 24-01-2026,14:50 WIB
Reporter : APL-01
Editor : APL-01

Penulis:

Dr. Alfa Dera, S.H., M.H., M.M.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lampung Tengah

 

 

RADARMETRO.DISWAY.ID -- Pernahkah Anda memperhatikan Ibu atau Istri saat sedang menyiapkan Gulai Taboh di dapur?

Ada ketelitian yang luar biasa di sana. Santan harus diperas dari kelapa pilihan, ikan atau rebung harus segar, dan bumbu-bumbu seperti kunyit serta lengkuas harus ditumbuk halus. Jika santannya pecah karena apinya terlalu besar atau ada bumbu yang lupa dimasukkan, rasanya akan hambar, bahkan bisa merusak suasana makan sekeluarga.

Begitu juga saat kita menyajikan Juadah atau kue-kue tradisional di atas nampan saat acara adat. Semua harus tertata rapi, manisnya pas, dan bentuknya utuh. Juadah yang cacat atau belum matang tentu tidak akan kita suguhkan kepada tamu sebagai bentuk penghormatan.

Menghidangkan juadah adalah soal harga diri tuan rumah dalam menjamu kerabat.

Sebagai seorang Jaksa, saya sering merenung: mengapa dalam urusan masakan kita bisa begitu teliti, namun dalam urusan informasi di ponsel, kita seringkali menyajikan "hidangan mentah" kepada orang lain?

Di tengah kepulan aroma kopi Lampung yang pekat, mari kita bicara tentang bagaimana menjaga jemari agar tetap bermartabat di era digital.

Budaya "Memindai" dan Santan yang Pecah

Di era digital ini, kita hidup dalam kecepatan yang luar biasa. Kita sering terjebak dalam budaya scrolling yang mekanis—jemari mengusap layar secepat kilat, mata hanya menangkap judul yang berteriak, lalu hati langsung tergerak untuk menekan tombol "bagikan". Kita tidak lagi benar-benar membaca untuk memahami, melainkan hanya memindai (scanning).

Informasi yang hanya dibaca sepotong itu ibarat menyajikan Gulai Taboh yang santannya pecah.

Kelihatannya seperti gulai, warnanya kuning menggoda, tapi rasanya salah dan teksturnya rusak. Dalam dunia hukum, satu kata yang hilang atau satu titik yang salah tempat bisa mengubah seluruh makna kebenaran. 

Kategori :