APBN di Persimpangan: Perang Timur Tengah dan Salah Arah Prioritas Fiskal

Selasa 10-03-2026,23:47 WIB
Reporter : APL-01
Editor : APL-01

Keempat, disiplin fiskal harus menjadi prinsip utama dalam pengelolaan APBN.

Menjaga Tameng Ekonomi Nasional

Dunia sedang memasuki era ketidakpastian baru. Konflik geopolitik, perang dagang, dan krisis energi dapat muncul kapan saja.

Dalam situasi seperti ini, kekuatan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya ekonomi, tetapi juga oleh ketahanan fiskalnya.

Indonesia mungkin tidak dapat mengendalikan konflik di Timur Tengah. Namun Indonesia sepenuhnya dapat mengendalikan bagaimana negara ini mengelola anggaran publiknya sendiri.

APBN seharusnya menjadi tameng ekonomi nasional. Namun tameng tersebut hanya akan kuat jika prioritas fiskal disusun secara disiplin, realistis, dan berorientasi pada produktivitas jangka panjang.

Karena ketika krisis global benar-benar datang, negara yang memiliki fiskal kuat akan bertahan. Negara yang terlalu longgar dalam mengelola anggaran justru akan menghadapi tekanan paling berat.

 

Referensi Data

Badan Pusat Statistik (BPS)

Bank Indonesia. Laporan Perekonomian Indonesia

Bank Indonesia. (2024). Laporan Perekonomian Indonesia.

Kementerian ESDM. (2024). Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia.

International Energy Agency. (2024). World Energy Outlook.

Reuters. (2025). Middle East conflict impact on global oil prices.

Kementerian Keuangan RI. APBN Kita 2025–2026

Kementerian Keuangan RI. Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026

Kategori :