Namun dari perspektif fiskal, program konsumtif yang sangat besar juga memiliki konsekuensi.
Belanja sosial yang terlalu besar dapat mengurangi ruang fiskal negara untuk menghadapi krisis ekonomi. Jika subsidi energi meningkat akibat lonjakan harga minyak sementara program sosial tetap berjalan dalam skala penuh, tekanan terhadap defisit anggaran akan semakin besar.
Saat ini rasio utang pemerintah Indonesia berada di kisaran 38-39 persen terhadap PDB. Secara hukum angka tersebut masih berada di bawah batas maksimum 60 persen. Namun pasar keuangan global tidak hanya melihat batas hukum, melainkan juga kredibilitas fiskal.
Negara dengan belanja yang tidak disiplin biasanya menghadapi tekanan dari pasar obligasi dan nilai tukar.
Dibandingkan Negara ASEAN
Ketahanan fiskal Indonesia juga perlu dilihat dalam konteks regional. Rasio pajak Indonesia saat ini berada di kisaran 10–11 persen terhadap PDB. Angka ini jauh lebih rendah dibanding beberapa negara ASEAN:
• Thailand: sekitar 16 persen PDB
• Vietnam: sekitar 18 persen PDB
• Malaysia: sekitar 15 persen PDB
Artinya, kapasitas fiskal Indonesia sebenarnya relatif terbatas dibanding negara-negara tetangga.
Jika tekanan global meningkat sementara penerimaan negara tidak bertambah secara signifikan, ruang fiskal Indonesia bisa semakin sempit.
Menata Ulang Prioritas Fiskal
Dalam menghadapi ketidakpastian global, pemerintah perlu melakukan penyesuaian strategi fiskal.
Pertama, program sosial berskala besar perlu dirancang secara lebih bertahap. Program makan bergizi gratis dapat diprioritaskan pada daerah dengan tingkat stunting tertinggi sehingga kebutuhan anggarannya lebih terkendali.
Kedua, pemerintah perlu memperkuat investasi pada ketahanan energi nasional. Ketergantungan terhadap impor minyak membuat Indonesia sangat rentan terhadap konflik geopolitik global. Pengembangan energi terbarukan dan pembangunan kilang domestik harus menjadi prioritas jangka panjang.
Ketiga, reformasi penerimaan negara harus dipercepat. Tanpa peningkatan rasio pajak, kemampuan fiskal Indonesia menghadapi krisis global akan selalu terbatas.