Pasar Dhoplang Bebas Plastik, Sempat Tutup Kini Eksis Kembali

Pasar Dhoplang Bebas Plastik, Sempat Tutup Kini Eksis Kembali

Foto: Larangan penggunaan plastik di Pasar Dhoplang Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah, sangat menginspirasi dan sudah terdengar ke luar pulau Jawa.-(MH Naim)-

Hal itu lantas membuat pengelola serta para pedagang jajanan meradang. Bagaimana tidak, wisata tradisional Pasar Dhoplang diperkirakan merugi hingga ratusan juta rupiah selama ditutup.

Hamdi mengatakan setiap momen Lebaran pendapatan yang diperoleh mencapai Rp70 juta/buka. Kemudian pada hari normal setiap buka pendapatan tertinggi yang pernah diperoleh Rp46 juta, paling sedikit Rp22 juta. 

"Karena potensi pendapatan hilang cukup tinggi wajar jika pedagang terdampak, sehingga pengin secepatanya bisa berdagang lagi," kata Ahmadi dikutip dari solopos.com.

Namun, sejak dikeluarkannya surat edaran (SE) pencabutan status PPKM dan perubahan Pandemi Covid-19 menjadi pendemi, Pasar Dhoplang kembali beroperasi.

3. Pasar Inspiratif

Pasar Dhoplang memiliki berbagai aturan yang unik dan inspiratif salah satunya pedagang serta pengunjung dilarang menggunakan plastik.

Untuk mengantisipasi penggunaan plastik, pihak pengelola Pasar Dhoplang menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan untuk wadah jajaran. Mulai dari daun jati, daun pisang hingga gerabah.

Transaksi jual beli di Pasar Dhoplang juga berbeda. Di mana pengunjung harus menukarkan uang menjadi koin kayu untuk selanjutnya dapat ditukar dengan jajaran yang diinginkan.

Selain itu, di Pasar Dhoplang pengunjung juga dianjurkan menggunakan bahasa Jawa Alus untuk berkomunikasi ke sesama pengunjung maupun ke penjual jajanan. Apabila tidak fasih berbahasa Jawa, bisa menggunakan bahasa Indonesia.

4. Buka Setiap Minggu

Wisata kuliner tradisional Pasar Dhoplang hanya buka setiap hari Minggu sejak pukul 06.00 WIB sampai 09.30 WIB. Sehingga pengunjung dapat mendatangi langsung di jam-jam tersebut lantaran semakin siang jajanan dipastikan sudah ludes.

Selain jajanan tradisional, tempat yang sejuk, pengunjung Pasar Dhoplang juga akan dimanjakan dengan musik yang menenangkan. 

BACA JUGA:Ian Kasela Dituntut Ganti Rugi Rp 20 Miliar, Ini Penyebabnya

Demikian ulasan tentang Pasar Dhoplang, Slogohimo yang cocok dikunjungi untuk berwisata sekaligus kulineran. Pasar yang sempat tutup lantaran Pandemi Covid-19 kini sudah kembali ramai dikunjungi wisatawan dalam dan luar kota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: